Rusia Khawatir AS Bakal Pecah Belah Suriah

Senin, 19 Februari 2018 - 18:12 WIB
Rusia Khawatir AS Bakal...
Rusia Khawatir AS Bakal Pecah Belah Suriah
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov meminta Amerika Serikat (AS) untuk tidak "bermain dengan api" di Suriah dan menekankan bahwa kedaulatan dan integritas teritorial negara tersebut harus dipelihara.

Lavrov menyatakan, pihaknya memiliki kekhawatiran soal tindakan AS di Suriah ditujukan untuk mempartisi Suriah dan menuduh Washington menggunakan orang Kurdi untuk merongrong integritas teritorial negara itu.

"Ketakutan seperti itu muncul saat kita berkenalan dengan rencana bahwa AS mulai menerapkannya di lapangan, terutama di sebelah timur sungai Efrat, di wilayah yang luas antara sungai ini dan perbatasan dengan Suriah dengan Irak dan Turki," ujarnya.

Diplomat senior Rusia tersebut kemudian mendesak Washington agar tidak "bermain-main dengan api" di Suriah dan dengan hati-hati mempertimbangkan langkah-langkahnya berdasarkan tidak pada kebutuhan mendesak situasi politik saat ini, melainkan dari kepentingan jangka panjang rakyat Suriah dan semua masyarakat di wilayah tersebut.

Menurut Lavrov, ini termasuk orang Kurdi dan menuturkan bahwa pernyataan AS yang menyebut satu-satunya tujuan mereka adalah melawan ISIL dan menjaga integritas teritorial perlu dikonfirmasi dengan tindakan.

"Sayangnya, dengan semua pernyataan tentang perlunya menyatukan upaya dalam memerangi kejahatan umum ini (terorisme), masih ada keinginan untuk menggunakan situasi ini untuk tujuan berpikiran geopolitik dan upaya terus bergerak menjauh dari kerja kolektif yang sesungguhnya," ucapnya.

Lavrov berpadangan, saat ini AS menciptakan badan pemerintahan yang "sengaja" dibentuk sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan Damaskus di wilayah yang terletak di sebelah timur sungai Efrat dan sampai ke perbatasan Suriah.

"Ini bisa menjadi masalah yang sangat serius dalam hal memenuhi persyaratan Dewan Keamanan PBB untuk memastikan kedaulatan dan integritas teritorial Suriah. Saya pikir bahwa keberhasilan permukiman Suriah tidak bergantung pada apa yang dapat dilakukan Rusia, namun pada apa yang AS tidak akan lakukan, akan lebih baik jika mereka berhenti memainkan permainan yang sangat berbahaya yang mengarah pada pembagian negara Suriah," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
1 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
1 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
2 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
3 jam yang lalu
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
3 jam yang lalu
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved