Satu Orang Tertembak di Luar Kantor Pusat NSA

Rabu, 14 Februari 2018 - 22:57 WIB
Satu Orang Tertembak...
Satu Orang Tertembak di Luar Kantor Pusat NSA
A A A
WASHINGTON - Aksi penembakan kembali terjadi di Amerika Serikat (AS). Aksi penembakan itu terjadi hanya beberapa jam setelah kejadian serupa di Chicago.

Setidaknya satu orang dilaporkan tertembak dan terluka di luar kantor pusat Badan Keamanan Nasional (NSA) AS. Sementara satu orang tersangka berhasil diamankan dan ditahan di gedung NSA. Aksi penembakan itu terjadi setelah sebuah SUV hitam berhenti di pintu masuk gedung NSA di Fort Meade, Maryland.

Juru bicara NSA mengatakan kepada media lokal bahwa wilayah di luar kantor badan spionase elektronik AS itu sekarang telah aman pasca aksi penembakan tersebut. Laporan sebelumnya mengatakan bahwa sebanyak tiga orang telah terluka.

Namun juru bicara kepolisian Fort Meade Larry Whitley mengatakan satu orang terluka dan dibawa ke rumah sakit.

Tidak jelas apakah aksi penembakan itu dilakukan oleh tersangka atau oleh petugas penegak hukum.

Namun gambar CBS News menunjukkan sebuah mobil sport hitam dengan kaca depan tampak berlubang akbat terkena peluru. Mobil tersebut tampak menabrak beberapa blok barikade beton bertanda NSA di instalasi Angkatan Darat AS.

NBC News mengatakan bahwa helikopternya bisa melihat polisi mengelilingi seorang pria yang diborgol tengah dudul di tanah. Sementara Kantor FBI di Baltimore mengatakan di Twitter bahwa mereka telah mengirim agen untuk menyelidiki insiden tersebut.

Layanan darurat lokal mengatakan di Twitter mereka juga menanggapi adegan tersebut.

"Polisi NSA dan penegak hukum setempat menangani kejadian yang terjadi pagi ini di salah satu gerbang masuk kendaraan NSA," bumyi pernyataan badan tersebut di akun Twitternya.

"Situasi terkendali dan tidak ada ancaman keamanan berkelanjutan," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari BBC, Rabu (14/2/2018).

Pernyataan lain dari kantor humas NSA mengatakan "insiden keamanan" itu terjadi di salah satu pos pemeriksaan sekitar pukul 07.00 waktu setempat.

Presiden AS Donald Trump telah diberitahu tentang insiden tersebut.

"Pikiran dan doa kita ada pada semua orang yang terkena dampak insiden tersebut," kata juru bicara Gedung Putih, Lindsay Walters.

Pada bulan Maret 2015, satu orang tewas dan satu lagi terluka parah setelah kendaraannya menghantam gerbang NSA, mengabaikan perintah untuk berhenti. Laporan kemudian menyatakan keduanya berada di bawah pengaruh obat-obatan setelah menghadiri sebuah pesta.

Meskipun ada papan nama jalan raya, namun bisanya pengendara mengambil jalur yang salah dan sampai di salah satu gerbang kompleks NSA yang dijaga ketat. Sejumlah petugas federal bersenjata lantas mengarahkan mereka untuk memutar balik.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
22 menit yang lalu
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
2 jam yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
3 jam yang lalu
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
5 jam yang lalu
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
8 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved