Beda dengan AS, Rusia Tak Pakai Nuklir jika Diserang Musuh

Minggu, 11 Februari 2018 - 03:30 WIB
Beda dengan AS, Rusia...
Beda dengan AS, Rusia Tak Pakai Nuklir jika Diserang Musuh
A A A
MOSKOW - Kementerian Darurat Rusia merilis dokumen skenario respons militer jika Moskow diserang musuh. Moskow memilih merespons dengan serangan konvensional, bukan dengan serangan nuklir.

Respons militer Rusia dalam dokumen 164 halaman ini berbeda dengan respons yang akan diambil Amerika Serikat (AS) ketika menghadapi situasi serupa. Dalam dokumen Nuclear Posture Review (NPR) yang baru-baru ini dirilis pemerintah Presiden Donald Trump mempertimbangkan basalan serangan nuklir untuk setiap serangan konvensional yang menghantam Washington.

“Dalam sebuah konflik bersenjata, penggunaan senjata pemusnah massal, termasuk senjata nuklir, tidak mungkin terjadi,” bunyi dokumen dari Kementerian Darurat atau Emercom Rusia.

“Skenario yang paling mungkin terjadi adalah penggunaan senjata konvensional modern dan juga operasi oleh pasukan khusus,” lanjut dokumen tersebut, yang dikutip dari Russia Today, Minggu (11/2/2018).

Dokumen itu menyatakan, saat merencanakan operasi bantuan bencana, pihak berwenang Rusia harus mempertimbangkan bahwa musuh potensial tidak akan melakukan serangan yang ditargetkan atau ditujukan pada penghancuran populasi Rusia.

Baca: Doktrin Nuklir Trump: Serangan Konvensional ke AS Bisa Dibalas Nuklir

Membangun tempat penampungan bawah tanah dan memelihara fasilitas yang ada, termasuk bagian dalam skenario tersebut.

Kendati demikian, jika Rusia diserang musuh dengan senjata nuklir, kementerian itu menyatakan tidak berwenang untuk menilainya dan meramalkan skenario perang.

Seorang juru bicara Emercom mengatakan kepada Interfax bahwa dokumen tersebut didasarkan pada doktrin keamanan nasional Rusia saat ini. ”Ini disusun untuk para ahli pertahanan sipil dan dapat digunakan sebagai panduan untuk mengembangkan rencana yang relevan untuk melindungi masyarakat,” kata juru bicara tersebut.

Laporan Emercom disusun pada tahun 2017, pada tahun yang sama saat Presiden Vladimir Putin memerintahkan industri pertahanan Rusia dipersiapkan untuk “operasi masa perang”.

Moskow secara konsisten menyuarakan keprihatinan mengenai penumpukan militer NATO di Eropa Timur. Penumpukan militer tersebut melibatkan pengerahan sebuah kontingen NATO yang substansial ke negara-negara Baltik dan Polandia, serta menggelar sejumlah latihan militer yang menampilkan skenario perang darat konvensional.
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
1 jam yang lalu
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
2 jam yang lalu
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
3 jam yang lalu
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
4 jam yang lalu
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
12 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
14 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved