Doktrin Baru Nuklir AS Tanda Perlombaan Senjata Nuklir Berlangsung

Senin, 05 Februari 2018 - 11:54 WIB
Doktrin Baru Nuklir...
Doktrin Baru Nuklir AS Tanda Perlombaan Senjata Nuklir Berlangsung
A A A
BERLIN - Doktrin baru nuklir yang telah dirilis pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menuai respons global. Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Sigmar Gabriel menyatakan, doktrin di dokumen Nuclear Posture Review (NPR) Washington itu menandakan perlombaan senjata nuklir sedang berlangsung.

Sebelum Jerman, Rusia dan Iran telah mengecam doktrin yang merekomendasikan agar Pentagon ekspansi kekuatan senjata nuklir AS tersebut. Dokumen NPR itu jelas berlawanan dengan komitmen pemerintah AS sebelum era Presiden Donald Trump untuk mengurangi stok senjata mengerikan tersebut.

Menlu Gabriel menyatakan rencana AS untuk mengembangkan senjata nuklir taktis baru telah mengirimkan sinyal yang salah dan merupakan tantangan serius bagi Eropa.

”Sikap nuklir baru pemerintah AS menunjukkan bahwa spiral perlombaan senjata nuklir baru sudah berlangsung,” kata Gabriel.

“Seperti pada hari-hari Perang Dingin, ini merupakan ancaman serius bagi kita di Eropa,” ujar diplomat Jerman itu, yang dilansir dari Sputnik, Senin (5/2/2018).

Menurutnya, Eropa harus mengambil langkah-langkah baru yang bertujuan untuk mengendalikan senjata dan perlucutannya.

”Alih-alih (kembangkan) sistem persenjataan baru, kita membutuhkan inisiatif perlucutan senjata baru,” ujar Gabriel.

Menlu Jerman itu juga menunjukkan bahwa situasi sehubungan dengan keamanan global dalam beberapa tahun terakhir telah memburuk secara signifikan.

“Hilangnya kepercayaan diri yang tajam di Rusia,” kata dia mencontohkan. “Ada bukti jelas bahwa (Rusia) tidak hanya membangun senjata konvensional, tapi juga senjata nuklir.”

”Tatanan global semakin dipertanyakan,” kata Gabriel, mengingatkan bahwa situasi di negara-negara selatan Uni Eropa sangat tidak stabil. ”Untuk semua tantangan ini, kami harus menemukan jawaban bersama dengan mitra dan sekutu kami.”

Dokumen NPR resmi dirilis pemerintah AS pada hari Jumat. Yang mengejutkan, dokumen itu merekomendasikan agar pesawat jet tempur F-35 memiliki kemampuan untuk menembakkan senjata nuklir.
(mas)
Berita Terkait
Marah, Donald Trump...
Marah, Donald Trump Pertimbangkan Tarik 35.000 Tentara AS dari Jerman
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
3 jam yang lalu
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
6 jam yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
8 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
10 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
11 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
11 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved