Bahas Yerusalem, Erdogan Temui Paus Fransiskus di Vatikan

Senin, 05 Februari 2018 - 05:42 WIB
Bahas Yerusalem, Erdogan...
Bahas Yerusalem, Erdogan Temui Paus Fransiskus di Vatikan
A A A
VATICAN CITY - Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan tebang ke Italia pada akhir pekan kemarin untuk bertemu dengan Paus Fransiskus. Pembicaraan keduanya diperkirakan akan berpusat pada permasalahan Yerusalem setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengakui kota suci itu sebagai Ibu Kota Israel.

Yerusalem adalah rumah tempat-tempat suci bagi agama-agama Muslim, Yahudi dan Kristen. Pengumuman Trump baru-baru ini bahwa dia akan memindahkan kedutaan AS ke kota tersebut membuat banyak sekutunya khawatir. Keputusan tersebut dikatakan dapat memberangus upaya perdamaian Timur Tengah.

Erdogan sebelumnya sempat bersebrangan dengan Paus Fransiskus, pada tahun 2015. Kala itu, Paus Fransiskus menjadi kepala Gereja Katolik Roma pertama yang secara terbuka menyebut pembunuhan sebanyak 1,5 juta orang Armenia pada tahun 1915 sebagai genosida - sesuatu yang selalu ditolak oleh Turki.

Namun kedua pria tersebut telah menemukan jalan yang sama di atas Yerusalem, berbicara melalui telepon setelah Trump membuat pengumumannya pada bulan Desember dan menyetujui bahwa setiap perubahan status kota harus dihindari.

Sebelum meninggalkan Turki, Erdogan mengatakan bahwa Amerika Serikat telah mengisolasi dirinya sendiri atas Yerusalem, yang oleh orang Palestina ingin berbagi dengan orang Israel sebagai Ibu Kota masa depan mereka.

"Dalam proses ke depan, ayo dan terima Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina. Inilah titik yang harus dicapai. Kami sekarang bekerja untuk ini," katanya kepada wartawan di Istanbul sebagaimana dilansir dari Reuters, Senin (5/2/2018).

Erdogan akan bertemu dengan Paus pada hari ini dalam apa yang akan menjadi kunjungan pertama ke Vatikan oleh seorang presiden Turki dalam 59 tahun.

Kedua pria tersebut juga diperkirakan akan membahas situasi di Suriah dan Irak serta bantuan kemanusiaan dan pengungsi.

Turki bulan lalu mengirim pasukan ke negara tetangga Suriah untuk menyerang pejuang YPG Kurdi di dekat perbatasan selatannya. Turki melihat milisi tersebut sebagai kelompok teroris dan perpanjangan tangan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang, dan telah mengabaikan kritik di dalam dan di luar negeri selama operasi tersebut.

Demonstrasi diperkirakan akan terjadi di Roma untuk menandai kunjungan Erdogan. Sekitar 3.500 polisi dan pasukan keamanan akan bertugas mengawal aksi itu. Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar La Stampa, Erdogan menolak demonstrasi tersebut.

"Saya tidak berbicara dengan orang-orang yang mendukung terorisme. Saya hanya berbicara kepada mereka yang melawannya," katanya seperti dikutip.

Pemimpin Turki tersebut juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Italia Sergio Mattarella dan Perdana Menteri Paolo Gentiloni pada hari Senin, serta pemimpin bisnis lokal.

"Anda baru berusia 11 tahun ketika jumlah perusahaan asing yang aktif di Turki, kami perlu memperbaikinya," katanya kepada La Stampa.
(ian)
Berita Terkait
Paus Fransiskus Sangat...
Paus Fransiskus Sangat Sedih Hagia Sophia Jadi Masjid Lagi
Marisa Papen Diburu...
Marisa Papen Diburu Turki karena Foto di Depan Hagia Sophia
Menengok Laboratorium...
Menengok Laboratorium Restorasi Lukisan di Museum Vatikan
Kardinal Kunci Vatikan...
Kardinal Kunci Vatikan Mendadak Resign di Tengah Skandal Keuangan
5 Fakta Paus Fransiskus,...
5 Fakta Paus Fransiskus, Pertama dari Luar Eropa sejak 1.200 Tahun
Antar Kepergian Paus...
Antar Kepergian Paus Fransiskus menuju Soetta, Warga Histeris saat Dapat Pemberkatan
Berita Terkini
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
13 menit yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
1 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
2 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
3 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
4 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved