AS Pertimbangkan Jatuhi Sanksi kepada Venezuela

Senin, 05 Februari 2018 - 05:21 WIB
AS Pertimbangkan Jatuhi...
AS Pertimbangkan Jatuhi Sanksi kepada Venezuela
A A A
BUENOS AIRES - Amerika Serikat masih mempertimbangkan untuk membatasi penjualan minyak dari Venezuela yang dilanda krisis. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Rex Tillerson, saat melawat ke Argentina.

Tillerson mengatakan pada hari Minggu di ibukota Argentina bahwa AS menginginkan pemilihan yang bebas, adil, dan dapat diverifikasi di Venezuela. AS juga ingin menerapkan tekanan yang cukup untuk mengakhiri krisis di negara Amerika Selatan itu seperti dikutip dari CBS News, Senin (5/2/2018).

Dengan mengatakan ini, dia memutar kembali komentarnya awal minggu ini bahwa militer di Amerika Selatan kerap ikut campur saat kepemimpinan suatu negara tidak dapat mengatasinya lagi.

Baca juga:
Tillerson Sebut Militer Venezuela dapat Gulingkan Maduro


Tillerson menjelaskan perlunya mempertimbangkan apakah sanksi tersebut akan membawa lebih cepat mengakhiri penderitaan rakyat Venezuela dan kebutuhan untuk memastikan bahwa setiap tindakan menargetkan pemerintah Venezuela, bukan rakyat Venezuela. Tillerson mengatakan bahwa kepuasan menjadi sangat mengerikan. Sementara Menteri Luar Negeri Argentina, Gorge Faurie menyebutnya sangat penting untuk melihat penjualan minyak dan perdagangan minyak yang ada.

Namun Tillerson juga mengatakan bahwa dia ingin menemukan cara untuk mengurangi dampak negatif yang dikenakan sanksi terhadap perusahaan minyak AS, Venezuela dan negara-negara regional lainnya yang bergantung pada minyak Venezuela.

Venezuela berada di atas cadangan minyak terbesar di dunia dan merupakan pemasok terbesar ketiga di AS.

Tekanan internasional telah meningkat di Venezuela atas keputusan pemerintah untuk mendorong pemilihan presiden sampai April di bawah kondisi yang menurut kelompok oposisi sangat disukai Presiden Nicolas Maduro.

Tillerson juga mengatakan bahwa keduanya membahas Hizbullah Libanon di belahan bumi barat - mengatakan bahwa mereka perlu untuk bersama-sama menghapus aktivitas teroris kelompok tersebut. Mereka sepakat untuk mengintensifkan upaya untuk mencegah Hizbullah mengumpulkan uang di wilayah tersebut.

Keduanya juga membahas "aksi bersama" untuk menghentikan perdagangan narkoba dan G20 yang akan diadakan di Argentina akhir tahun ini. Tillerson memuji Argentina karena menjadi pendukung kuat demokrasi dan penegakan hukum.
(ian)
Berita Terkait
Operasi AS: Demi Berantas...
Operasi AS: Demi Berantas Narkoba atau Incar Minyak Venezuela?
Venezuela Marah Jet...
Venezuela Marah Jet Militer Amerika Serikat Langgar Wilayah Udaranya
Kemenangan Mamdani,...
Kemenangan Mamdani, Sinyal Perlawanan ke Pemerintah Federal AS?
Ribuan Migran Venezuela...
Ribuan Migran Venezuela Nekat Menyeberang Ke AS
Maduro Klaim AS Dorong...
Maduro Klaim AS 'Dorong' Istrinya untuk Ceraikan Dia
Venezuela Ancam Berikan...
Venezuela Ancam Berikan 'Respon yang Layak' kepada Angkatan Laut AS
Berita Terkini
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
29 menit yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
1 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
2 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
4 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
5 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
8 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved