AS Siap Gunakan Nuklir dalam Perang Konvensional

Sabtu, 03 Februari 2018 - 06:11 WIB
AS Siap Gunakan Nuklir...
AS Siap Gunakan Nuklir dalam Perang Konvensional
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) cenderung menggunakan senjata nuklir. Hal itu tertuang dalam tinjauan postur nuklir (NPR) yang baru saja dirilis oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.

Tinjauan nuklir Washington yang baru merekomendasikan pendekatan hawkish untuk kerja sama dengan Rusia mengenai proliferasi nuklir. Tinjauan ini juga menyerukan agar AS dapat mengatasi serangkaian ancaman dan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh kekuatan asing termasuk Rusia, China, Korea Utara dan Iran.

Pergeseran kunci dari kebijakan senjata nuklir yang ada saat ini adalah perluasan skenario di mana ancaman nuklir akan dipertimbangkan. Dokumen tersebut mencantumkan serangan non-nuklir yang bisa merupakan dasar untuk pembalasan nuklir AS. Di bawah NPR yang baru, serangan konvensional yang mengakibatkan korban jiwa atau target infrastruktur utama dapat memicu respons nuklir.

Kajian tersebut menunjukkan pendekatan hawkish terhadap kerja sama dengan Rusia mengenai proliferasi nuklir. Kajian ini juga memperingatkan bahwa Rusia mengembangkan dan menerapkan hulu ledak nuklir baru dan peluncur dan akan terus meningkatkan kapasitas pengiriman hulu ledak di masa depan.

Menurut NPR Washington menemukan "masalah" adopsi strategi dan kemampuan militer Rusia yang mengandalkan eskalasi nuklir.

"Rusia telah menunjukkan kesediaannya untuk menggunakan kekuatan untuk mengubah peta Eropa dan memaksakan kehendaknya pada tetangganya, didukung oleh ancaman penggunaan senjata nuklir implisit dan eksplisit," kata laporan tersebut seperti dikutip dari RT, Sabtu (3/2/2018).

"Kami tidak ingin menganggap Rusia sebagai musuh. Ini bukan NPR Rusia-sentris," kata Asisten Menteri Sekretaris Negara untuk Pengendalian Senjata, Verifikasi dan Kepatuhan, Anita E. Friedt mengatakan pada peluncuran NPR di Pentagon pada hari Jumat.

"AS tetap berkomitmen untuk melakukan moratorium pengujian nuklir," tambah Administrator Administrasi Keamanan Nuklir Nasional Steve Erhart.

Kajian tersebut juga menyerukan integrasi lebih lanjut antara kekuatan nuklir dan non-nuklir, dan meningkatkan pesawat tempur F-35 untuk membawa bom nuklir dan rudal.

"Strategi tersebut mengembangkan kemampuan yang ditujukan untuk memanfaatkan senjata nuklir lebih kecil kemungkinannya," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

"Ini meningkatkan pencegahan serangan strategis terhadap Bangsa kita, dan sekutu serta mitra kita, yang mungkin tidak datang dalam bentuk senjata nuklir," imbuh Gedung Putih.

Banyak ahli telah menyambut NPR dengan skeptisisme. Adam Mount, dari Federasi Ilmuwan Amerika, menuduh ulasan tersebut mencerminkan pandangan miring di dunia serta teori penangkal dan pertarungan perang yang usang.

"Alih-alih berupaya mengurangi bahaya nuklir, kebijakan nuklir negara sekarang mencerminkan alasan musuh AS dan dengan mudah mengikuti mereka ke dunia yang lebih berbahaya," tulis Mount di majalah Foreign Affairs.

Hans Kristensen dari Federasi Ilmuwan Amerika juga mengambil isu dengan grafik modernisasi nuklir yang ditampilkan di NPR, menyebutnya sangat menyesatkan. Dia menawarkan versi yang telah diperbaiki, yang juga mencerminkan usaha modernisasi AS.

Jon B.Wolfsthal, mantan pejabat pemerintah AS yang sekarang memimpin Kelompok Krisis Nuklir, menunjukkan bahwa NPR memiliki sedikit masalah exceptionalism.
(ian)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
44 menit yang lalu
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
1 jam yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
3 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
4 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved