Rusia Peringatkan AS: Setop Kirim Pesawat ke Dekat Perbatasan
Sabtu, 03 Februari 2018 - 05:39 WIB
Rusia Peringatkan AS: Setop Kirim Pesawat ke Dekat Perbatasan
A
A
A
MOSKOW - Rusia telah memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk berhenti mengirim pesawat militer ke dekat perbatasannya. Peringatan ini muncul setelah Pentagon menuduh sebuah jet tempur Rusia melakukan interaksi yang tidak aman di Laut Hitam.
"Angkatan Udara akan terus mempertahankan perlindungan yang dapat diandalkan dari wilayah udara Rusia," kata kementerian pertahanan Rusia.
"Jika pilot Amerika, mengetahui fakta ini, jatuh ke dalam depresi atau tidak tahan dengan fobia apapun, kami menyarankan pihak AS untuk mengecualikan rute penerbangan di dekat perbatasan Rusia di masa depan, atau kembali ke meja perundingan dan menyetujui peraturan mereka," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Independent, Sabtu (3/2/2018).
Pesawat tempur Su-27 tersebut berada dalam jarak 1,5 meter dari sebuah pesawat pengintai AS, yang memaksa pesawat tersebut, yang terbang di wilayah udara internasional, untuk mengakhiri misinya sebelum waktunya, kata seorang pejabat AS.
Namun Kementerian Pertahanan Rusia membalas, dengan mengatakan manuver serupa oleh pesawat NATO di dekat pesawat Rusia sama sekali tidak berdampak pada awak Rusia. Rusia mempertahankan jika langkah Su-27 itu legal, menggambarkan misinya sebagai pendamping ke pesawat mata-mata.
"Kami ingin berbicara dengan komandan Satuan Tugas ke-67 Armada ke-6, Bill Ellis, dengan sebuah peringatan Crimea merupakan bagian integral dari Rusia," sebuah pernyataan Kementerian Pertahanan memperingatkan.
Pernyataan ini juga menyarankan agar pilot AS diberi peta terbaru yang menunjukkan batas wilayah udara negara yang benar, menurut kantor berita Rusia Tass.
Komentar tersebut datang sebagai tanggapan atas keluhan Departemen Luar Negeri AS mengenai ketidakpedulian militer Rusia untuk norma dan kesepakatan internasional.
"Kami meminta Rusia untuk menghentikan tindakan tidak aman ini yang meningkatkan risiko salah perhitungan, bahaya bagi awak pesawat di kedua sisi, dan tabrakan di udara," sebuah pernyataan mengatakan.
Dikatakan jet Rusia tersebut terlibat dalam interaksi yang tidak aman dengan pesawat terbang EP-3 AS di wilayah udara internasional, mendekati jarak 5 kaki (1,5 m) dan menyeberang tepat di depan jalur penerbangan EP-3.
Sejumlah pelanggaran telah terjadi di Laut Hitam, di mana pasukan Rusia, AS dan NATO beroperasi dalam jarak yang dekat satu sama lain.
Rusia telah meningkatkan kehadiran militernya di wilayah tersebut sejak mencaplok Crimea pada tahun 2014, dan Angkatan Laut AS juga telah meningkatkan aktivitas di wilayah tersebut.
Ada juga interaksi antara AS dan Rusia di langit di atas Suriah, di mana negara-negara tersebut mendukung pihak-pihak yang berbeda dalam perang sipil yang sedang berlangsung.
Pada bulan Desember, dua jet tempur siluman AS F-33 menembakkan suar peringatan setelah jet Su-25 Rusia memasuki area dekonstruksi yang disepakati di wilayah udara Suriah.
"Angkatan Udara akan terus mempertahankan perlindungan yang dapat diandalkan dari wilayah udara Rusia," kata kementerian pertahanan Rusia.
"Jika pilot Amerika, mengetahui fakta ini, jatuh ke dalam depresi atau tidak tahan dengan fobia apapun, kami menyarankan pihak AS untuk mengecualikan rute penerbangan di dekat perbatasan Rusia di masa depan, atau kembali ke meja perundingan dan menyetujui peraturan mereka," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Independent, Sabtu (3/2/2018).
Pesawat tempur Su-27 tersebut berada dalam jarak 1,5 meter dari sebuah pesawat pengintai AS, yang memaksa pesawat tersebut, yang terbang di wilayah udara internasional, untuk mengakhiri misinya sebelum waktunya, kata seorang pejabat AS.
Namun Kementerian Pertahanan Rusia membalas, dengan mengatakan manuver serupa oleh pesawat NATO di dekat pesawat Rusia sama sekali tidak berdampak pada awak Rusia. Rusia mempertahankan jika langkah Su-27 itu legal, menggambarkan misinya sebagai pendamping ke pesawat mata-mata.
"Kami ingin berbicara dengan komandan Satuan Tugas ke-67 Armada ke-6, Bill Ellis, dengan sebuah peringatan Crimea merupakan bagian integral dari Rusia," sebuah pernyataan Kementerian Pertahanan memperingatkan.
Pernyataan ini juga menyarankan agar pilot AS diberi peta terbaru yang menunjukkan batas wilayah udara negara yang benar, menurut kantor berita Rusia Tass.
Komentar tersebut datang sebagai tanggapan atas keluhan Departemen Luar Negeri AS mengenai ketidakpedulian militer Rusia untuk norma dan kesepakatan internasional.
"Kami meminta Rusia untuk menghentikan tindakan tidak aman ini yang meningkatkan risiko salah perhitungan, bahaya bagi awak pesawat di kedua sisi, dan tabrakan di udara," sebuah pernyataan mengatakan.
Dikatakan jet Rusia tersebut terlibat dalam interaksi yang tidak aman dengan pesawat terbang EP-3 AS di wilayah udara internasional, mendekati jarak 5 kaki (1,5 m) dan menyeberang tepat di depan jalur penerbangan EP-3.
Sejumlah pelanggaran telah terjadi di Laut Hitam, di mana pasukan Rusia, AS dan NATO beroperasi dalam jarak yang dekat satu sama lain.
Rusia telah meningkatkan kehadiran militernya di wilayah tersebut sejak mencaplok Crimea pada tahun 2014, dan Angkatan Laut AS juga telah meningkatkan aktivitas di wilayah tersebut.
Ada juga interaksi antara AS dan Rusia di langit di atas Suriah, di mana negara-negara tersebut mendukung pihak-pihak yang berbeda dalam perang sipil yang sedang berlangsung.
Pada bulan Desember, dua jet tempur siluman AS F-33 menembakkan suar peringatan setelah jet Su-25 Rusia memasuki area dekonstruksi yang disepakati di wilayah udara Suriah.
(ian)