Venezuela Berang AS Sebut Maduro Bisa Digulingkan Militer
Sabtu, 03 Februari 2018 - 04:37 WIB
Venezuela Berang AS Sebut Maduro Bisa Digulingkan Militer
A
A
A
CARACAS - Venezuela mengecam komentar Amerika Serikat (AS) bahwa militer bisa menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. Caracas lantas menuding tur Amerika Latin Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mencari intervensi regional terhadap pemerintah sosialis negara itu.
Menuduh Washington berusaha merongrong demokrasi di Amerika Latin dan kembali ke masa imperialisme, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino mengecam Tillerson saat siaran di televisi pemerintah.
"Setiap hari dia menjauhkan dirinya dari diplomasi untuk terjun ke perang. Anda tidak memiliki otoritas moral," kata Padrino, diapit oleh petinggi angkatan bersenjata yang bersumpah kesetiaan kepada Maduro.
"Orang ini akan mencoba membujuk pemerintah Amerika Latin untuk campur tangan di Venezuela. Itu adalah aksi publisitas, " tambahnya, menyalahkan sanksi Presiden AS Donald Trump atas kesulitan ekonomi di Venezuela seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (3/2/2018).
Sebelumnya, Tillerson menaikkan prospek kudeta militer Venezuela menjelang tur lima hari di Amerika Latin. Membahas Venezuela, pejabat AS itu mengatakan bahwa militer di Amerika Latin sering "menangani" transisi dari pemerintah yang buruk. Namun ia menegaskan bahwa dirinya tidak menganjurkan perubahan rezim.
"Jika dapur menjadi terlalu panas baginya, saya yakin dia punya beberapa teman di Kuba yang bisa memberinya hacienda bagus di pantai dan dia bisa memiliki kehidupan yang menyenangkan di sana," kata Tillerson, merujuk pada Maduro yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintah komunis Kuba.
Baca juga:
Tillerson Sebut Militer Venezuela dapat Gulingkan Maduro
Banyak pemimpin oposisi ingin Maduro diasingkan di luar negeri. Mantan supir bus dan pemimpin serikat ini sangat tidak disukai di Venezuela karena krisis ekonomi parah telah memicu malnutrisi, penyakit dan emigrasi massal.
Tetapi bahkan beberapa aktivis anti-pemerintah khawatir bahwa pendekatan Washington yang berat hanya akan mendorong persatuan antara Partai Sosialis dan angkatan bersenjata, karena mereka merasa tidak enak menerima perintah dari Washington.
Komentar AS kemungkinan juga akan menyebabkan kegelisahan di Ibu Kota Amerika Latin, di mana kenangan berlimpah dukungan AS untuk diktator sayap kanan selama Perang Dingin. Itu bisa menghambat kemampuan Tillerson guna mencapai konsensus mengenai Venezuela dalam perjalanannya.
Pemimpin militer senior secara konsisten berdiri di belakang Maduro, yang oleh para kritikus dituduh mengubah Venezuela menjadi sebuah kediktatoran dan menghancurkan ekonominya. Tapi ketidakpuasan di antara tentara, terutama dengan kondisi ekonomi mereka sendiri yang serba kekurangan, cukup terbukti.
Ada beberapa pemberontakan kecil melawan Maduro dari dalam pasukan keamanan. Seorang kapten Garda Nasional memimpin sebuah serangan ke sebuah barak namun kemudian ditangkap, dan seorang pilot helikopter polisi melemparkan granat ke gedung-gedung pemerintah namun berhasil terlacak dan dibunuh bulan lalu.
Pemimpin oposisi Venezuela telah lama mendesak militer untuk mengambil tindakan guna memaksa Maduro mengikuti konstitusi. Dia mempertahankan pendapat AS dan partai-partai oposisi adalah bagian dari konspirasi sayap kanan internasional untuk mengusirnya dan mendapatkan hak atas kekayaan minyak dari negara anggota OPEC itu.
Trump sendiri menyarankan kemungkinan intervensi militer di Venezuela, meski secara luas ditolak di Amerika Latin. Trump telah memberlakukan sanksi individual dan ekonomi terhadap pemerintah Venezuela, menuduhnya melakukan pelanggaran HAM dan korupsi.
Pejabat Venezuela mengatakan Tillerson sangat tegas terhadap mereka karena dia adalah chief executive Exxon Mobil Corp ketika pemimpin terakhir Hugo Chavez menasionalisasi salah satu proyek minyaknya di negara Amerika Selatan satu dekade yang lalu.
Menuduh Washington berusaha merongrong demokrasi di Amerika Latin dan kembali ke masa imperialisme, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino mengecam Tillerson saat siaran di televisi pemerintah.
"Setiap hari dia menjauhkan dirinya dari diplomasi untuk terjun ke perang. Anda tidak memiliki otoritas moral," kata Padrino, diapit oleh petinggi angkatan bersenjata yang bersumpah kesetiaan kepada Maduro.
"Orang ini akan mencoba membujuk pemerintah Amerika Latin untuk campur tangan di Venezuela. Itu adalah aksi publisitas, " tambahnya, menyalahkan sanksi Presiden AS Donald Trump atas kesulitan ekonomi di Venezuela seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (3/2/2018).
Sebelumnya, Tillerson menaikkan prospek kudeta militer Venezuela menjelang tur lima hari di Amerika Latin. Membahas Venezuela, pejabat AS itu mengatakan bahwa militer di Amerika Latin sering "menangani" transisi dari pemerintah yang buruk. Namun ia menegaskan bahwa dirinya tidak menganjurkan perubahan rezim.
"Jika dapur menjadi terlalu panas baginya, saya yakin dia punya beberapa teman di Kuba yang bisa memberinya hacienda bagus di pantai dan dia bisa memiliki kehidupan yang menyenangkan di sana," kata Tillerson, merujuk pada Maduro yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintah komunis Kuba.
Baca juga:
Tillerson Sebut Militer Venezuela dapat Gulingkan Maduro
Banyak pemimpin oposisi ingin Maduro diasingkan di luar negeri. Mantan supir bus dan pemimpin serikat ini sangat tidak disukai di Venezuela karena krisis ekonomi parah telah memicu malnutrisi, penyakit dan emigrasi massal.
Tetapi bahkan beberapa aktivis anti-pemerintah khawatir bahwa pendekatan Washington yang berat hanya akan mendorong persatuan antara Partai Sosialis dan angkatan bersenjata, karena mereka merasa tidak enak menerima perintah dari Washington.
Komentar AS kemungkinan juga akan menyebabkan kegelisahan di Ibu Kota Amerika Latin, di mana kenangan berlimpah dukungan AS untuk diktator sayap kanan selama Perang Dingin. Itu bisa menghambat kemampuan Tillerson guna mencapai konsensus mengenai Venezuela dalam perjalanannya.
Pemimpin militer senior secara konsisten berdiri di belakang Maduro, yang oleh para kritikus dituduh mengubah Venezuela menjadi sebuah kediktatoran dan menghancurkan ekonominya. Tapi ketidakpuasan di antara tentara, terutama dengan kondisi ekonomi mereka sendiri yang serba kekurangan, cukup terbukti.
Ada beberapa pemberontakan kecil melawan Maduro dari dalam pasukan keamanan. Seorang kapten Garda Nasional memimpin sebuah serangan ke sebuah barak namun kemudian ditangkap, dan seorang pilot helikopter polisi melemparkan granat ke gedung-gedung pemerintah namun berhasil terlacak dan dibunuh bulan lalu.
Pemimpin oposisi Venezuela telah lama mendesak militer untuk mengambil tindakan guna memaksa Maduro mengikuti konstitusi. Dia mempertahankan pendapat AS dan partai-partai oposisi adalah bagian dari konspirasi sayap kanan internasional untuk mengusirnya dan mendapatkan hak atas kekayaan minyak dari negara anggota OPEC itu.
Trump sendiri menyarankan kemungkinan intervensi militer di Venezuela, meski secara luas ditolak di Amerika Latin. Trump telah memberlakukan sanksi individual dan ekonomi terhadap pemerintah Venezuela, menuduhnya melakukan pelanggaran HAM dan korupsi.
Pejabat Venezuela mengatakan Tillerson sangat tegas terhadap mereka karena dia adalah chief executive Exxon Mobil Corp ketika pemimpin terakhir Hugo Chavez menasionalisasi salah satu proyek minyaknya di negara Amerika Selatan satu dekade yang lalu.
(ian)