Salah Serang, Koalisi AS Bombardir Konvoi Pasukan Keamanan Irak
Minggu, 28 Januari 2018 - 15:58 WIB
Salah Serang, Koalisi AS Bombardir Konvoi Pasukan Keamanan Irak
A
A
A
BAGHDAD - Sejumlah anggota pasukan keamanan Irak tewas dalam serangan udara yang dilakukan oleh pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS). Jumlah korban tewas dalam serangan itu dipekirakan mencapai 10 orang, dengan korban luka menyentuh angka 20 orang.
Insiden tersebut diketahui terjadi di kota al-Baghdadi, 170 km barat laut Baghdad. Kota ini merupakan lokasi dari pangkalan udara Al Asad, yang dioperasikan oleh pasukan AS dan Irak.
Menurut Komando Operasi Gabungan Irak (JOC), serangan salah sasaran ini terjadi setelah pasukan koalisi melakukan serangan terhadap basis teroris di kota al-Baghdadi. Konvoi pasukan gabungan Irak yang hendak menuju kota itu diduga sebagai teroris, dan turut diserang.
"Kami telah memerintahkan sebuah serangan di kota tersebut, setelah menerima petunjuk tentang sebuah pertemuan yang akan dihadiri oleh komandan teroris Karim al-Samarmad. JOC kemudian meminta dukungan udara dari koalisi internasional, begitu teroris ditangkap dan saat pasukan sedang melakukan pencarian, sebuah granat dilempar dari bangunan yang berdekatan," kata JOC.
"Ketika pasukan kembali ke markas mereka bertemu dengan sebuah konvoi pasukan polisi dan paramiliter yang telah dikirim untuk mendukung mereka. Namun, pasukan yang kembali menganggap mereka teroris dan melakukan serangan udara," sambungnya, seperti dilansir Russia Today pada Minggu (28/1).
Sementara itu, juru bicara koalisi internasional pimpinan AS mengatakan semua serangan udara koalisi dilakukan atas permintaan pasukan keamanan Irak, termasuk serangan salah sasaran di kota al-Baghdadi.
"Setiap dan semua dukungan datang atas permintaan atau persetujuan Irak. Tidak ada operasi koalisi yang dilakukan sepihak di Irak," kata juru bicara koalisi, Kolonel Angkatan Darat AS Ryan Dillon.
Insiden tersebut diketahui terjadi di kota al-Baghdadi, 170 km barat laut Baghdad. Kota ini merupakan lokasi dari pangkalan udara Al Asad, yang dioperasikan oleh pasukan AS dan Irak.
Menurut Komando Operasi Gabungan Irak (JOC), serangan salah sasaran ini terjadi setelah pasukan koalisi melakukan serangan terhadap basis teroris di kota al-Baghdadi. Konvoi pasukan gabungan Irak yang hendak menuju kota itu diduga sebagai teroris, dan turut diserang.
"Kami telah memerintahkan sebuah serangan di kota tersebut, setelah menerima petunjuk tentang sebuah pertemuan yang akan dihadiri oleh komandan teroris Karim al-Samarmad. JOC kemudian meminta dukungan udara dari koalisi internasional, begitu teroris ditangkap dan saat pasukan sedang melakukan pencarian, sebuah granat dilempar dari bangunan yang berdekatan," kata JOC.
"Ketika pasukan kembali ke markas mereka bertemu dengan sebuah konvoi pasukan polisi dan paramiliter yang telah dikirim untuk mendukung mereka. Namun, pasukan yang kembali menganggap mereka teroris dan melakukan serangan udara," sambungnya, seperti dilansir Russia Today pada Minggu (28/1).
Sementara itu, juru bicara koalisi internasional pimpinan AS mengatakan semua serangan udara koalisi dilakukan atas permintaan pasukan keamanan Irak, termasuk serangan salah sasaran di kota al-Baghdadi.
"Setiap dan semua dukungan datang atas permintaan atau persetujuan Irak. Tidak ada operasi koalisi yang dilakukan sepihak di Irak," kata juru bicara koalisi, Kolonel Angkatan Darat AS Ryan Dillon.
(esn)