Dikunjungi Jokowi, Pakistan Minta Gembong Narkoba Diampuni

Sabtu, 27 Januari 2018 - 03:57 WIB
Dikunjungi Jokowi, Pakistan...
Dikunjungi Jokowi, Pakistan Minta Gembong Narkoba Diampuni
A A A
ISLAMABAD - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melakukan lawatan resmi ke Pakistan yang dimulai hari Jumat. Pemerintah Islamabad memanfaatkan kunjungan Jokowi ini dengan meminta terpidana mati kasus narkoba asal Pakistan diampuni dan dibebaskan.

Permintaan itu diungkap Menteri Luar Negeri Pakistan Khawaja Asif sehari menjelang kunjungan Presiden Indonesia.

Zulfiqar Ali, 53, gembong narkoba asal Pakistan telah mendekam di penjara Indonesia selama hampir 14 tahun. Dia ditangkap pada tahun 2004, didakwa memiliki 300 gram heroin, dan telah dijatuhi hukuman mati.

Asif mengatakan Perdana Menteri (PM) Shahid Khaqan Abbasi akan mendesak Presiden Jokowi untuk mengizinkan Ali yang sakit parah untuk menghabiskan hari-hari terakhirnya bersama keluarganya. Menurut Asif, permintaan untuk mengampuni Ali itu atas dasar kemanusiaan.

”Perdana menteri sudah mengetahui masalah ini saat saya berbicara dengannya,” kata Asif yang berbicara di sebuah acara di Geo TV. ”Dia berharap Presiden Indonesia tidak menolak dan akan memberikan solusi atas dasar kemanusiaan,” ujarnya, yang dikutip Sabtu (27/1/2018).

Ali melalui pengacaranya mengaku tidak bersalah. Dia dijadwalkan akan dieksekusi pada bulan Juli 2016 lalu, namun ditangguhkan di menit-menit terakhir karena intervensi diplomatik dari pemerintah Pakistan dan tekanan dari kelompok hak asasi manusia. Tapi dia tetap dalam daftar terpidana mati yang akan dieksekusi.

Kunjungan Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo disambut oleh Presiden Pakistan Mamnoon Hussain dan pejabat pemerintah senior di Pangkalan Udara Nur Khan di Chaklala, Rawalpindi, kemarin.

Saat turun dari pesawat kepresidenan, Jokowi disambut dengan 21 tembakan salvo. Presiden Jokowi dijadwalkan berpidato di Parlemen Pakistan sekitar pukul 18.00 pada hari pertama lawatannya.

Dia akan menjadi presiden kedua Indonesia yang berpidato di Parlemen Pakistan. Sebelum Jokowi, Presiden Soekarno pernah pidato di Parlemen Pakistan pada 26 Juni 1963.
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Prabowo Kunjungi Pakistan,...
Prabowo Kunjungi Pakistan, Momentum 75 Tahun Hubungan Indonesia-Pakistan
Perbandingan Jumlah...
Perbandingan Jumlah Muslim antara India, Pakistan dan Indonesia
Bantuan Kemanusiaan...
Bantuan Kemanusiaan Indonesia Diterima Korban Banjir Pakistan
Mengemis di Indonesia,...
Mengemis di Indonesia, Imigrasi Jakpus Deportasi 2 WN Pakistan
Konvoi Diplomat Asing...
Konvoi Diplomat Asing Termasuk dari Indonesia Diserang di Pakistan
Berita Terkini
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
10 menit yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
50 menit yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
1 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
2 jam yang lalu
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
3 jam yang lalu
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved