Duterte Perintahkan Militer Tembak Dirinya jika Jadi Diktator

Rabu, 24 Januari 2018 - 01:19 WIB
Duterte Perintahkan...
Duterte Perintahkan Militer Tembak Dirinya jika Jadi Diktator
A A A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan polisi dan personel militer untuk menembaknya jika dia mencoba menjadi seorang diktator atau memperpanjang masa jabatan kepresidenannya melebihi 2022.

Menurutnya, pasukan keamanan akan terikat tugas untuk menyingkirkannya dari kekuasaan jika dia mencoba memperpanjang masa jabatannya. Masa jabatan presiden Filipina yang dipilih secara demokratis adalah enam tahun.

Duterte terkenal sebagai pemimpin yang kerap mengumbar umpatan kasar untuk mengecam pihak-pihak yang mengkritik kebijakan perang melawan narkoba yang dia kobarkan. Pada tahun 2017, mantan Wali Kota Davao ini mengaku siap memakan hati seorang penjahat yang berulah di negaranya.

”Bahkan sebelum keluar dari tangan, jika saya ingin menjadi seorang diktator, tembak saya,” katanya pada sebuah pertemuan tentara Filipina. Dia menambahkan bahwa sudah seharusnya angkatan bersenjata dan polisi bertugas sungguh-sungguh untuk menegakkan nilai-nilai konstitusional.

”Jika saya memperpanjang masa jabatan saya bahkan hanya dalam satu hari, saya sekarang meminta Angkatan Bersenjata Filipina dan PNP (Polisi Nasional Filipina) untuk tidak membiarkan saya atau orang lain mengacaukan konstitusi,” ujar Presiden Duterte, seperti dikutip IB Times, Rabu (24/1/2018).

Ucapan Duterte muncul saat dia mendorong sebuah bentuk pemerintahan federal di Filipina yang mendesentralisasi pusat kekuasaan dari Manila. Ini akan memungkinkan negara-negara federal untuk lebih memanfaatkan sumber daya mereka untuk tujuan wilayah mereka sendiri dan mengatasi ketidaksetaraan.

Tapi, oposisi dan kritikusnya khawatir Duterte terus mendesak perkembangannya sehingga bisa melanggengkan posisinya menjadi kekuatan dengan beralih ke bentuk pemerintahan federal.

Meskipun beberapa pendukung Duterte telah melobi bahwa dia harus tetap berkuasa untuk mengawasi sebuah transisi, istana kepresidenan dan Duterte telah menolak pilihan tersebut. Dia berulang kali menegaskan bahwa dia tidak memiliki keinginan untuk berkuasa lebih lama dari masa jabatannya selama enam tahun.
(mas)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
38 menit yang lalu
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
1 jam yang lalu
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
4 jam yang lalu
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
5 jam yang lalu
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
5 jam yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
6 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved