Payudara Pramugari Terlihat, AirAsia Diprotes Penumpang

Senin, 22 Januari 2018 - 09:49 WIB
Payudara Pramugari Terlihat,...
Payudara Pramugari Terlihat, AirAsia Diprotes Penumpang
A A A
WELLINGTON - Seorang penumpang pesawat AirAsia asal Selandia Baru memprotes maskapai Malaysia itu setelah dia terganggu dengan seragam pramugari. Penumpang itu merasa tak nyaman karena bisa melihat celana dalam dan payudara pramugari ketika sedang membungkuk.

Penumpang perempuan bernama Dr June Robertson mengalami kejadian itu Oktober 2017 di Bandara Kuala Lumpur. Selain memprotes maskapai, Robertson juga menulis sepucuk surat kepada senator Malaysia untuk mengeluhkan rasa jijiknya.

”Saya merasa sangat tersinggung oleh rok yang sangat pendek yang dikenakan wanita-wanita ini di AirAsia,” kata Robertson dalam suratnya, yang dikutip news.com.au, Senin (22/1/2018).

”Maskapai penerbangan Eropa, NZ (Selandia Baru), maskapai Australia atau Amerika Serikat tidak mengenakan rok pendek seperti itu,” lanjut dia.

”Saya merasa itu cukup menjijikkan bagi diri saya karena tidak semua orang menghargai ini,” kata Robertson.

”Salah satu wanita AirAsia membungkuk di supermarket dan saya melihat celana dalamnya, mengerikan!,” sambung Robertson.

"Pada Penerbangan AirAsia dari Auckland ke Kuala Lumpur pada bulan Oktober 2017 wanita yang melayani kita di kursi kelas bisnis premium membiarkan blusnya terbuka dan saya bisa melihat bagian atas payudaranya,” imbuh Robertson.

”Saya keberatan dan memintanya untuk menutup dengan jaketnya saat dia membungkuk di atas kami.”

Robertson mengatakan bahwa maskapai tersebut membiarkan reputasi Malaysia turun. Hal itu, kata dia, akan memberi kesan yang salah pada orang Malaysia.

“Laki-laki berpakaian sangat terhormat dan sangat profesional,” ujar dia membandingkannya dengan seragam pramugari.

Senator Mamat yang menerima surat keluhan penumpang asal Selandari Baru itu, baru-baru ini juga membahas masalah seragam staf maskapai AirAsia. Sedangkan pihak maskapai AirAsia belum menanggapi permintaan untuk berkomentar yang diajukan media.
(mas)
Berita Terkait
Angkat Keberagaman,...
Angkat Keberagaman, Ardern Tunjuk Wanita Maori Bertato hingga Pria Gay Dalam Kabinetnya
Bulan Depan, Selandia...
Bulan Depan, Selandia Baru Kembali Gelar Turnamen Tenis
Pelaku Penembakan Polisi...
Pelaku Penembakan Polisi Selandia Baru Tertangkap
Selandia Baru Heboh,...
Selandia Baru Heboh, Kelelawar Menangkan Kontes Burung Tahunan
Tersesat, Pinguin Antartika...
Tersesat, Pinguin Antartika Ini Berenang 3.000 km ke Selandia Baru
Negara Paling Damai...
Negara Paling Damai di Tahun 2022 Menurut Global Peace Index
Berita Terkini
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
4 menit yang lalu
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
2 jam yang lalu
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
3 jam yang lalu
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
4 jam yang lalu
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
5 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
6 jam yang lalu
Infografis
3 Kelemahan Elkan Baggott...
3 Kelemahan Elkan Baggott Terlihat di Piala Asia 2023 Lawan Irak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved