Iran Minta Turki Akhiri Operasi Militer di Suriah
Senin, 22 Januari 2018 - 06:43 WIB
Iran Minta Turki Akhiri Operasi Militer di Suriah
A
A
A
TEHERAN - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi mengatakan, Turki harus segera menghentikan operasi militer di distrik Afrin, Suriah. Iran meminta Turki untuk menghormati integritas sebuah wilayah dan kedaulatan Suriah.
"Iran mengikuti perkembangan yang sedang berlangsung di kota Afrin di Suriah, dan berharap bahwa operasi ini akan segera berakhir untuk mencegah krisis yang mendalam di wilayah perbatasan Turki dan Suriah," kata Qassemi dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Sputniknews, Senin (22/1/2018).
Diplomat Iran menambahkan bahwa Teheran mengharapkan Ankara untuk melindungi integritas teritorial Suriah dan menghindari eskalasi krisis di negara Timur Tengah.
Operasi militer yang disebut dengan Operasi Olive Branch yang diluncurkan oleh Ankara telah dikritik keras oleh Damaskus, sementara sejumlah negara lain, seperti Jerman mengungkapkan keprihatinannya atas perkembangan di wilayah tersebut.
Ini bukanlah operasi militer pertama Turki di wilayah perbatasan dengan Suriah selama konflik berdarah terjadi di negara itu. Tahun lalu, Turki juga melakukan operasi militer di wilayah perbatasan dengan nama Operasi Perisai Eufrat. Saat itu sasaran dari operasi ini adalah wilayah Idlib Suriah untuk mendorong pejuang ISIS jauh dari perbatasan dan menghentikan laju pejuang Kurdi.
"Iran mengikuti perkembangan yang sedang berlangsung di kota Afrin di Suriah, dan berharap bahwa operasi ini akan segera berakhir untuk mencegah krisis yang mendalam di wilayah perbatasan Turki dan Suriah," kata Qassemi dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Sputniknews, Senin (22/1/2018).
Diplomat Iran menambahkan bahwa Teheran mengharapkan Ankara untuk melindungi integritas teritorial Suriah dan menghindari eskalasi krisis di negara Timur Tengah.
Operasi militer yang disebut dengan Operasi Olive Branch yang diluncurkan oleh Ankara telah dikritik keras oleh Damaskus, sementara sejumlah negara lain, seperti Jerman mengungkapkan keprihatinannya atas perkembangan di wilayah tersebut.
Ini bukanlah operasi militer pertama Turki di wilayah perbatasan dengan Suriah selama konflik berdarah terjadi di negara itu. Tahun lalu, Turki juga melakukan operasi militer di wilayah perbatasan dengan nama Operasi Perisai Eufrat. Saat itu sasaran dari operasi ini adalah wilayah Idlib Suriah untuk mendorong pejuang ISIS jauh dari perbatasan dan menghentikan laju pejuang Kurdi.
(ian)