Trump: Sangat Mungkin Krisis Korut Tak Bisa Diselesaikan dengan Damai

Kamis, 18 Januari 2018 - 07:44 WIB
Trump: Sangat Mungkin...
Trump: Sangat Mungkin Krisis Korut Tak Bisa Diselesaikan dengan Damai
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump blakblakan soal opsi penyelesaian krisis nuklir Korea Utara (Korut) di luar jalur damai. Dia ragu, perundingan akan menghasilkan sesuatu yang berarti untuk mengakhiri krisis tersebut.

“Ini sangat mungkin bahwa kebuntuan dengan Korut mungkin tidak dapat diselesaikan dengan damai,” kata Trump mengatakan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Reuters. ”Saya akan duduk, tapi saya tidak yakin bahwa duduk akan memecahkan masalah,” katanya lagi, yang dikutip Kamis (18/1/2018).

Trump ragu dengan opsi perundingan, karena AS sudah menjalaninya selama 25 tahun terakhir.

Ucapan pemimpin Gedung Putih ini muncul setelah awal Januari lalu dia mengaku benar-benar bersedia berbicara dengan pemimpin Korut Kim Jong-un via telepon. Namun, jika kondisi tertentu terpenuhi.

Ketegangan Washington dengan Pyongyang meningkat sejak Trump berkuasa Januari tahun lalu. Baik Trump maupun rezim Kim Jong-un saling mengumbar retorika nuklir dan militer kedua pihak saling melakukan manuver provokatif.

Selama wawancara, pemimpin AS tersebut juga melontarkan beberapa kata kasar untuk Rusia berkaitan dengan situasi di semenanjung Korea. Trump menuduh Moskow bersikap lunak terhadap Pyongyang dan tidak berbuat banyak untuk menerapkan sanksi internasional.

Rusia sendiri menegaskan dukungannya pada sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Pyongyang. Namun, Moskow juga berulang kali mendesak Washington untuk mengambil pendekatan yang lebih moderat terhadap Pyongyang dan mengikuti rute diplomatik.

Berbicara dari Oval Office Gedung Putih, Trump mengatakan kepada Reuters bahwa dia masih belum mengesampingkan opsi militer. ”Kami memainkan permainan poker yang sangat keras,” ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia mengkritik konferensi tingkat tinggi (KTT) gabungan AS-Kanada yang berusaha menyelesaikan krisis Korut tanpa melibatkan Moskow dan Beijing sebagai tetangga dekat Pyongyang. Rusia maupun China diundang ke KTT itu, namun pada acara puncak dan hanya diberi tahu soal hasilnya.

Rusia dan China menolak undangan itu dan kembali menyerukan solusi pembekuan ganda. Solusi yang dimaksud adalah, Korut menghentikan tes rudal dan senjata nuklirnya. Sedangkan AS dan sekutunya juga berhenti menggelar latihan perang di semenanjung Korea.
(mas)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
27 menit yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
1 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
2 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
3 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
4 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
5 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Akui Jet tempur...
Ukraina Akui Jet tempur F-16 AS Tak Bisa Tandingi Su-35 Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved