Polisi Kanada Sebut Serangan pada Gadis Berjilbab Bohong

Selasa, 16 Januari 2018 - 08:45 WIB
Polisi Kanada Sebut...
Polisi Kanada Sebut Serangan pada Gadis Berjilbab Bohong
A A A
TORONTO - Kepolisian Toronto, Kanada, mengatakan serangan dengan gunting yang diduga terjadi pada seorang gadis berjilbab berusia 11 tahun saat pergi ke sekolah tidak terjadi alias bohong. Meski membuat klaim palsu, polisi menjamin gadis itu tidak akan ditindak.

Polisi telah menyelidiki insiden tersebut atas dugaan kejahatan kebencian setelah gadis bernama Khawlah Noman itu mengklaim seorang pria bersenjata gunting menyerang dengan memotong jilbabnya. Menurut klaim gadis tersebut, serangan terjadi saat dia pergi ke sekolah bersama kakaknya pada hari Jumat pagi.

Pada hari Senin, polisi menyimpulkan bahwa tidak ada kejahatan yang terjadi seperti klaim siswi Pauline Johnson Junior Public School tersebut.

”Kami mengumpulkan banyak bukti, kami mempertimbangkan bukti tersebut dan sampai pada kesimpulan bahwa apa yang dijelaskan tidak terjadi,” juru bicara polisi Toronto Mark Pugash kepada Reuters, yang dilansir Selasa (16/1/2018).

Polisi menambahkan, penyelidikan kasus ini telah selesai.

Keluarga Noman tidak bisa dihubungi wartawan untuk dimintai komentar.

Sementara itu, juru bicara Toronto District School Board, Ryan Bird, melalui email lega dengan hasil penyelidikan polisi. ”Kami sangat bersyukur serangan ini tidak terjadi,” tulis dia.

Penyelidikan dilakukan polisi di tengah tekanan yang meningkat pada pemerintah Kanada untuk memerangi sentimen anti-Muslim. Terlebih, klaim serangan pada gadis itu muncul menjelang setahun penembakan fatal di Masjid Quebec yang menewaskan enam orang.

Sebuah survei yang dilakukan tahun lalu oleh Komisi Hak Asasi Manusia Ontario menemukan bahwa lebih banyak laporan di mana kelompok Muslim jadi sasaran serangan ketimbang kelompok lain. Namun, dengan munculnya klaim palsu dari gadis berjilbab itu dikhawatirkan membuat orang apatis terhadap kejahatan kebencian.

”Semua dari kita sangat khawatir dengan dampak dari semua ini,” kata penulis dan advokat hak asasi manusia di Kanada, Amira Elghawaby. Menurutnya, klaim palsu gadis itu dapat membuat orang tidak mau maju jika mereka menjadi sasaran kejahatan kebencian.
(mas)
Berita Terkait
Pembunuhan Warga India...
Pembunuhan Warga India di Kanada Memicu Hubungan India-Kanada Memburuk
Kebakaran Hutan Kanada...
Kebakaran Hutan Kanada Meluas, Rumah dan Mobil Hangus Terbakar
Bawa Senapan M-14, Seorang...
Bawa Senapan M-14, Seorang Pria Serang Rumah PM Kanada
Tersandung Skandal dan...
Tersandung Skandal dan Berselisih dengan Trudeau, Menkeu Kanada Resign
Dubes Indonesia dan...
Dubes Indonesia dan Kanada Siap Majukan Kerja Sama Bilateral
Hasil Copa America 2024:...
Hasil Copa America 2024: Perkasa, Argentina Kalahkan Kanada 2-0
Berita Terkini
Taiwan Luncurkan Robot...
Taiwan Luncurkan Robot Anjing Bersenjata untuk Berbagai Misi
48 menit yang lalu
AS dan Iran Saling Balas...
AS dan Iran Saling Balas Serangan Rudal, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
1 jam yang lalu
Hamas Sangkal Tudingan...
Hamas Sangkal Tudingan Tolak Serahkan Pemerintahan di Gaza
2 jam yang lalu
AS Ungkap Pemimpin Tertinggi...
AS Ungkap Pemimpin Tertinggi Iran Masih Hidup, Makin Terlibat Melalui Perantara
3 jam yang lalu
Mantan Direktur CIA...
Mantan Direktur CIA Sebut Perang Drone Picu Bahaya dan Peluang, Ini 5 Alasannya
9 jam yang lalu
IRGC Izinkan 24 Kapal...
IRGC Izinkan 24 Kapal Melewati Selat Hormuz
12 jam yang lalu
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved