Putin: AS Ikut Campur Urusan Negara Lain, Harusnya Ngaca
Jum'at, 12 Januari 2018 - 00:49 WIB
Putin: AS Ikut Campur Urusan Negara Lain, Harusnya Ngaca
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengkritik keras Amerika Serikat (AS) yang ikut campur urusan dalam negeri negara-negara lain. Washington, kata Putin, seharusnya bercermin ketika menuduh Moskow campur tangan urusan dalam negeri AS.
Pemimpin Kremlin ini menegaskan bahwa Rusia tidak pernah dan tidak berencana untuk mencampuri urusan dalam negeri AS.
“Tidak ada negara yang mentoleransi campur tangan asing dalam urusan dalam negerinya,” kata Putin, saat dia berbicara dalam sebuah pertemuan dengan media Rusia, hari Kamis.
“Benar-benar salah, bahwa AS terus-menerus melakukan (aktivitas semacam itu) dan melakukan upaya (untuk memengaruhi situasi politik internal negara-negara lain), yang percaya bahwa itu normal,” ujar Putin, seperti dikutip Russia Today, Jumat (12/1/2018).
Dalam kesempatan itu, Putin angkat bicara soal nasib hubungan Rusia dengan AS. Menurutnya, situasi untuk pemulihan hubungan kedua negara bergantung pada pihak AS.
“Moskow telah lama siap untuk melakukan pendekatan kembali dengan Washington,” kata Putin.
”AS harus menemukan kehendak, keberanian dan akal sehat untuk memahami bahwa memperbaiki hubungan akan melayani kepentingan kedua belah pihak,” imbuh Putin.
Pemimpin Kremlin ini menegaskan bahwa Rusia tidak pernah dan tidak berencana untuk mencampuri urusan dalam negeri AS.
“Tidak ada negara yang mentoleransi campur tangan asing dalam urusan dalam negerinya,” kata Putin, saat dia berbicara dalam sebuah pertemuan dengan media Rusia, hari Kamis.
“Benar-benar salah, bahwa AS terus-menerus melakukan (aktivitas semacam itu) dan melakukan upaya (untuk memengaruhi situasi politik internal negara-negara lain), yang percaya bahwa itu normal,” ujar Putin, seperti dikutip Russia Today, Jumat (12/1/2018).
Dalam kesempatan itu, Putin angkat bicara soal nasib hubungan Rusia dengan AS. Menurutnya, situasi untuk pemulihan hubungan kedua negara bergantung pada pihak AS.
“Moskow telah lama siap untuk melakukan pendekatan kembali dengan Washington,” kata Putin.
”AS harus menemukan kehendak, keberanian dan akal sehat untuk memahami bahwa memperbaiki hubungan akan melayani kepentingan kedua belah pihak,” imbuh Putin.
(mas)