Dosen Turki: Beritahu Anaknya Naik Kapal, Nabi Nuh Pakai Ponsel

Kamis, 11 Januari 2018 - 01:25 WIB
Dosen Turki: Beritahu...
Dosen Turki: Beritahu Anaknya Naik Kapal, Nabi Nuh Pakai Ponsel
A A A
ANKARA - Seorang dosen Turki mengklaim bahwa teknologi ponsel sudah digunakan di era Nabi Nuh. Menurutnya, sang Nabi menggunakan ponsel untuk memberi tahu anaknya agar naik kapal.

Kisah tentang “Bahtera Nuh” telah menjadi cerita yang terkenal. Kisah tersebut bahkan diabadikan dalam Alkitab dan Alquran.

Dalam riwayatnya, Nabi Nuh diperintahkan Tuhan untuk membangun sebuah bahtera karena banjir akan melanda. Dia disuruh membawa setiap pasangan hewan—jantan dan betina—yang hidup di darat atau pun yang terbang, sehingga spesies mereka bisa bertahan dan bereproduksi setelah banjir reda.

Cerita “Bahtera Nuh” diduga terjadi 10.000 tahun yang lalu. Tapi, dosen Turki bernama Dr Yavuz Ornek mengklaim bahwa teknologi modern sudah ada pada saat itu.

Dosen Ilmu Kelautan di Istanbul University itu mengatakan, Nabi Nuh saat itu sudah memiliki ponsel atau telepon genggam.

“Nuh menggunakan teleponnya untuk menelpon anaknya saat dia berada sekian kilometer jauhnya dari dia,” kata Ornek. Namun, akademisi Turki itu tidak menyebutkan apakah ponsel Nabi Nuh berjenis smartphone atau ponsel flip.

”Ada gelombang setinggi 300 sampai 400 meter dan putra Nabi Nuh berada beberapa kilometer jauhnya. Alquran mengatakan bahwa Nuh berbicara dengan anaknya. Tapi bagaimana mereka bisa berkomunikasi? Apakah itu sebuah keajaiban? Bisa jadi. Tapi kami yakin dia berkomunikasi dengan anaknya melalui telepon genggam,” kata Ornek kepada saluran TRT yang dikelola negara Turki, yang dikutip Kamis (11/1/2018).

Pendapat unik tentang kisah Nabi Nuh tidak sampai di situ. Dia juga mengklaim bahwa bahtera tersebut dibangun dengan menggunakan pelat baja, bukan kayu. Bahkan, kata dia, kapal tersebut menggunakan energi nuklir.

”Saya seorang ilmuwan, saya berbicara untuk sains,” kata Ornek menegaskan kapasitasnya untuk mendukung klaim unik itu.

Dalam kita suci, banjir kala itu surut setelah 40 hari 40 malam. Menurut Ornek, Nabi Nuh tidak menggunakan burung merpati seperti yang dikatakan dalam Alkitab untuk mengecek kondisi banjir. Sebagai gantinya, dia menggunakan pesawat tak berawak.

”Begini, mengapa Anda mengirim seekor merpati saat ada teknologi canggih yang tersedia?,” ujar Ornek ketika penyiar TRT skeptis tentang klaimnya tanpa ada bukti ilmiah.
(mas)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
1 jam yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
4 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
6 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
6 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
7 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
8 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved