Iran: CIA, Israel, Arab Saudi Dalang Demonstrasi Anti Pemerintah

Jum'at, 05 Januari 2018 - 07:05 WIB
Iran: CIA, Israel, Arab...
Iran: CIA, Israel, Arab Saudi Dalang Demonstrasi Anti Pemerintah
A A A
TEHERAN - Agen intelijen Amerika Serikat (AS), CIA, "proyektor utama" demonstrasi mematikan di Iran dengan bantuan Israel dan Arab Saudi. Tudingan itu dilontarkan Jaksa Agubf Iran, Mohammad Jafar Montazeri.

"Perencanaan untuk plot tersebut - yang dijuluki "Doktrin Konvergensi Konsekuensi" - dimulai empat tahun yang lalu oleh seorang pejabat dari Central Intelligence Agency (CIA)," kata Montazeri seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (5/1/2018).

Ia menambahkan operasi CIA dan agen yang berafiliasi dengan badan intelijen Mossad Israel bertanggung jawab untuk mendalangi kerusuhan tersebut, sementara Arab Saudi membayar semua biayanya.

Pemerintah AS telah membantah memiliki tangan dalam demonstrasi tersebut dan CIA menolak untuk mengomentari tuduhan tersebut.

Sedikitnya 21 orang telah terbunuh dan lebih dari 450 orang ditangkap sejak demonstrasi anti-pemerintah meletus di Iran pada 28 Desember lalu.

Protes, yang berfokus pada keluhan ekonomi dan politik, telah menjadi pertentangan terbesar dari perbedaan pendapat publik sejak demonstrasi pro-reformasi menyapu negara tersebut pada tahun 2009.

Menteri dalam negeri Iran mengatakan sekitar 42.000 orang ambil bagian dalam demonstrasi minggu ini. Abdolreza Rahmani Fazli dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis mengatakan bahwa angka tersebut berdasarkan pada statistik yang tepat yang dimilikinya.

"Otoritas yang relevan telah melaporkan bahwa ada paling banyak 42.000 orang, dan itu bukan angka yang sangat tinggi," kata Fazli.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa pihaknya memiliki otoritas untuk menahan pemerintah Iran yang bertanggung jawab atas kematian pengunjuk rasa tersebut.

"Kami mengutuk hukuman yang paling mungkin untuk kematian sampai saat ini dan penangkapan setidaknya 1.000 orang Iran," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert kepada wartawan.

"Kami memiliki banyak otoritas untuk meminta pertanggungjawaban kepada orang-orang yang melakukan kekerasan terhadap pemrotes, berkontribusi pada penyensoran, atau mencuri dari orang-orang Iran. Kepada korban rezim, kami mengatakan: Anda tidak akan dilupakan," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Kedubes Amerika Serikat...
Kedubes Amerika Serikat di Tel Aviv Dibombardir Rudal Iran
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
1 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
2 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
2 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
3 jam yang lalu
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved