Kemlu Tak Tahu Pesawat Pembom Nuklir Rusia Latihan di Indonesia

Kamis, 04 Januari 2018 - 17:17 WIB
Kemlu Tak Tahu Pesawat...
Kemlu Tak Tahu Pesawat Pembom Nuklir Rusia Latihan di Indonesia
A A A
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia mengaku tidak mengetahui adanya latihan militer Rusia di kawasan Indonesia yang melibatkan pesawat pembom berkemampuan nuklir. Kemlu tahunya pesawat militer Rusia hanya melewati wilayah Indonesia.

”Terkait dnegan latihan militer Rusia, saya harus cek hal itu. Saya beberapa waktu mendengar bahwa pesawat Rusia melewati wilayah kita, tapi kalau latihan militer kita harus cek,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Indoensia Arrmanatha Christiawan Nasir pada Kamis (4/1/2018).

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa pesawat jarak jauh strategis Rusia, termasuk dua pesawat Ilyushin-76 dan dua pembom strategis Tu-95MS berkemampuan nuklir, tiba di sebuah pangkalan militer di Biak, Indonesia, bulan lalu untuk latihan navigasi. Latihan ini mencakup misi pengintaian udara di perairan netral di Samudera Pasifik Selatan.

Baca: Pesawat Pembom Nuklir Rusia Manuver di Indonesia, Australia Ketakutan

Keberadaan pesawat Rusia ini membuat militer Australia ketakutan atau khawatir. Australia takut kegiatan militernya di Darwin dimata-matai pesawat Tu-95MS tersebut.

Pangkalan Angkatan Udara Australia (RAAF) di Darwin mendapat peringatan siaga tinggi ketika latihan pesawat pembom strategis Rusia berlangsung di atas perairan internasional di dekatnya.

Dalam peringatannya, Departemen Pertahanan Australia tidak secara khusus menyebut latihan Rusia sebagai pemicunya. ”Pangkalan Darwin mempertahankan tingkat kesiapan yang sesuai untuk merespons keadaan yang berkembang,” bunyi peringatan departemen tersebut, yang menambahkan bahwa tidak ada pesawat asing yang beroperasi di wilayah udara Australia ketika latihan pesawat Rusia berlangsung.

Ketakutan Australia tentang latihan Rusia terjadi di tengah laporan sebuah surat kabar kebijakan luar negeri pemerintah setempat yang menuduh Rusia melakukan aktivitas yang tidak stabil. Laporan itu menyerukan agar Australia lebih dekat dengan NATO.
(mas)
Berita Terkait
Pidato Sore Ini, Presiden...
Pidato Sore Ini, Presiden Ukraina Akan Minta Lebih Banyak Senjata ke Tetangga Indonesia
Australia Protes ke...
Australia Protes ke Indonesia Terkait Rusia Minta Gunakan Pangkalan Militer di Papua
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini Makin Sulit Pasok Tank ke Ukraina
Australia Putus Sewa...
Australia Putus Sewa Kedutaan Besar Rusia
Ingin Pukul Mundur Tentara...
Ingin Pukul Mundur Tentara Rusia, Negara Tetangga Indonesia Ini Akan Kirim Tank ke Ukraina
Rusia Ancam Negara Tetangga...
Rusia Ancam Negara Tetangga Indonesia jika Kirim Pasukan ke Ukraina
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
7 menit yang lalu
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
1 jam yang lalu
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
2 jam yang lalu
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
3 jam yang lalu
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
4 jam yang lalu
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
5 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved