Setelah 65 Tahun, Playboy Bakal Setop Cetak

Kamis, 04 Januari 2018 - 04:29 WIB
Setelah 65 Tahun, Playboy...
Setelah 65 Tahun, Playboy Bakal Setop Cetak
A A A
WASHINGTON - Majalah gaya hidup pria ikonik, Playboy, dilaporkan akan segera setop terbit setelah 65 tahun wara wiri di kios majalah dan koran. Nasib majalah ini dihinggapi ketidakpastian pasca meninggalnya pemimpin majalah itu, Hugh Hefner, pada bulan September lalu.

Playboy Enterprises Inc. dikatakan tengah mempertimbangkan untuk "menyingkirkan" majalah yang terkenal dengan foto wanita telanjangnya itu dan akan bergerak ke segala lini merek Playboy daripada hanya sekedar berkutat di media cetak.

Menurut Wall Street Journal (WSJ), Ben Kohn, managing partner di Rizvi yang merupakan CEO Playboy Enterprises, ingin mengalihkan penekanan perusahaan ke kemitraan merek dan penawaran lisensi.

"Kami ingin fokus pada apa yang kami sebut 'World of Playboy' yang jauh lebih besar daripada publikasi cetak lawas yang kecil. Kami berencana untuk menghabiskan 2018 mentransisikannya dari bisnis media ke perusahaan manajemen merek," terang Kohn seperti dikutip dari Independent, Kamis (4/1/2018).

Merosotnya penjualan majalah Playboy di Amerika Serikat (AS) menjadi kurang dari 500 ribu menjadi sebuah masalah. Angka itu adalah sebuah penurunan tajam sejak puncaknya yang mencapai 5,6 juta pada tahun 1975. Ini adalah sebuah gejala kesulitan dalam lanskap majalah cetak yang semakin sulit.

Majalah cetak Playboy, yang sekarang menerbitkan enam isu setahun, telah kehilangan USD7 juta per tahun dalam beberapa tahun terakhir, menurut WSJ.

"Secara historis, kita bisa membenarkan kerugian karena nilai pemasaran, tapi Anda juga harus berpikir ke depan. Saya tidak yakin bahwa cetak merupakan cara terbaik untuk berkomunikasi dengan konsumen kita," tutur Kohn.

Kematian Hefner disebut telah mendorong sebuah proses yang akan memindahkan kepemilikan perusahaan dari keluarganya ke pemegang saham terbesar Rizvi Traverse.

Rizvi Traverse yang membantu Hugh Hefner menguasai Playboy secara pribadi di tahun 2011 dan menguasai hampir dua pertiga perusahaan.

Ritzi Traverse, perusahaan ekuitas swasta, dikatakan ingin memusatkan upaya pada merek Playboy dan logo kelinci yang diakui secara global

Menurut WSJ yang berbicara dengan orang yang tidak disebutkan namanya mengetahui apa yang sedang terjadi, firma ekuitas swasta sekarang sedang melakukan diskusi untuk mendapatkan 35 persen saham Hefner yang dipercayainya kepada ahli warisnya. Sumber tersebut mengatakan kepada mereka bahwa Playboy ingin mengumpulkan dana sebesar USD25 juta sampai USD100 juta awal tahun ini untuk membantu membeli kembali saham dan mendanai kesepakatan kemitraan di masa depan.

Playboy, salah satu merek paling terkenal di dunia, tidak hanya terkenal dengan model telanjang dan semi telanjang, namun juga menerbitkan fiksi dan non-fiksi dari penulis seperti Ray Bradbury dan Margaret Atwood selama puncaknya.

Majalah ini telah menerbitkan ribuan esai kritis, wawancara, cerita pendek dan fitur yang mencakup sejumlah besar topik termasuk agama, masalah ras, jenis kelamin dan seksualitas. Hefner sendiri pernah memberi tahu sekelompok mantan teman bermainnya: "Tanpa Anda, saya akan menjadi penerbit sebuah majalah sastra."

Majalah tersebut, yang didirikan di Chicago, berhenti menerbitkan gambar telanjang wanita pada tahun 2016 namun membawa mereka kembali pada tahun 2017.

Sebuah keputusan akhir belum dibuat tentang masa depan majalah cetak ini, tapi badai gelap berpotensi menggantung di masa depannya.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
49 menit yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
1 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
2 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
3 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
5 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved