Menteri Saudi yang Terkena Pembersihan Koruptor Kerja Lagi

Rabu, 03 Januari 2018 - 10:57 WIB
Menteri Saudi yang Terkena...
Menteri Saudi yang Terkena Pembersihan Koruptor Kerja Lagi
A A A
RIYADH - Seorang menteri Arab Saudi yang ditahan November lalu dalam pembersihan koruptor oleh Komite Pemberantasan Korupsi telah bekerja lagi pada hari Selasa. Menteri tersebut terlihat mengikuti rapat kabinet tanpa tersenyum.

Ebrahim Al Assaf, Menteri Negara yang juga mantan Menteri Keuangan Arab Saudi merupakan satu dari sekitar 200 orang yang ditangkap dalam pembersihan koruptor secara besar-besaran.

Dari ratusan orang—termasuk belasan pangeran, menteri dan pengusaha—telah dibebaskan setelah menyetujui kesepakatan penyelesaian kasus di luar pengadilan. Dalam kesepakatan itu, mereka yang ditahan akan dibebaskan setelah setuju menyerahkan aset berupa uang tunai maupun saham perusahaan.

Ebrahim Al Assaf telah dibebaskan dari semua tuduhan yang diajukan kepadanya. Sebuah laporan stasiun televisi setempat menunjukkan menteri tersebut duduk bersama menteri lainnya pada rapat dipimpin oleh Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud dan Putra Mahkota Mohammad bin Salman.

Meski sempat ditahan, Ebrahim Al Assaf tidak pernah diberhentikan dari jabatan sebagai Menteri Negara. Dia sebelumnya ditahan bersama para pangeran, tokoh dan pebisnis Saudi di Ritz Carlton Hotel.

”Penyelidik menyimpulkan bahwa tidak satu pun laporan yang diterima selama masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan adalah benar dan oleh karena itu dia dinyatakan tidak bersalah dan diizinkan meninggalkan hotel,” tulis kantor berita Saudi, Sabq, mengutip otoritas penegak hukum, yang dilansir Rabu (3/1/2018).

”Ini membuktikan bahwa kepemimpinan itu bijaksana dalam pendekatannya, tidak terburu-buru membuat keputusan, berkomitmen terhadap keadilan dan menerapkan undang-undang tersebut,” lanjut laporan tersebut.

Tokoh lain yang telah dibebaskan adalah Pangeran Miteb bin Abdullah, mantan Kepala Keamanan Nasional Saudi. Dia dilaporkan membayar USD1 miliar untuk pembebasannya. Dia baru-baru ini terlihat mengikuti pacuan kuda bersama Pangeran Mohammed.

Penangkapan Pangeran Miteb telah memicu spekulasi bahwa tindakan keras tersebut untuk memperketat cengkeraman kekuasaan Putra Mahkota. Namun, pemerintah Saudi menepis spekulasi tersebut.

Di antara tokoh yang paling menonjol dan belum terselesaikan kasusnya adalah miliarder Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal. Pendiri dan bos Kingdom Holding Co., itu dilaporkan menolak kesepakatan untuk pembebasannya.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
16 menit yang lalu
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
1 jam yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
5 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
6 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
7 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
7 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved