Netanyahu Sebut Masyarakat Israel dan Iran Adalah Teman
Selasa, 02 Januari 2018 - 11:31 WIB
Netanyahu Sebut Masyarakat Israel dan Iran Adalah Teman
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menuturkan, masyarakat Israel dan Iran sejatinya adalah teman. Kedua masyarakat, lanjut Netanyahu, akan kembali menjadi teman baik jika adanya perubahan otoritas saat ini di Teheran.
"Rezim ini berusaha mati-matian untuk menabur kebencian di antara kita, tapi mereka tidak akan berhasil, dan ketika rezim ini akhirnya jatuh, dan suatu hari nanti, orang-orang Iran dan Israel akan menjadi teman baik sekali lagi. Saya berharap orang-orang Iran sukses dalam pencarian mulia mereka untuk kebebasan," kata Netanyahu, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (2/1).
Netanyahu di kesempatan yang sama juga mengomentari pernyataan Presiden Iran, Hassan Rouhani yang menyebut adanya pihak luar yang berada dibalik demonstrasi yang terjadi di Iran, di mana salah satunya adalah Israel. Netanyahu menyebut klaim Rouhani tersebut menggelikan.
"Saya mendengar hari ini, pernyataan Presiden Rouhani bahwa Israel berada di balik demonstrasi di Iran, tidak hanya salah, tapi menggelikan. Orang-orang Iran yang berani turun ke jalanan untuk mencari kebebasan. Mereka mencari keadilan, mereka mencari kebebasan dasar yang telah ditolak untuk mereka selama beberapa dekade," sambungnya.
Israel sendiri sedari awal memang telah menyatakan dukungan terhadap aksi demonstrasi yang terjadi di Iran. Pejabat Israel pertama yang menyampaikan dukungan itu adalah Menteri Intelijen Israel, Yisrael Katz.
Katz menuturkan, pihaknya mendukung penuh apa yang dia sebut perjuangan masyarakat Iran untuk mendapatkan kebebasan. Dia juga menyebut bahwa jika demokrasi yang nyata bisa dicapai di Iran, maka hal ini akan berdampak baik bagi Israel.
"Saya hanya bisa berharap sukses bagi rakyat Iran dalam perjuangan untuk kebebasan dan demokrasi. Jika orang-orang Iran berhasil mencapai kebebasan dan demokrasi, banyak ancaman terhadap Israel dan seluruh wilayah saat ini akan lenyap" kata Katz dalam sebuah wawancara Radio Angkatan Darat Israel.
"Rezim ini berusaha mati-matian untuk menabur kebencian di antara kita, tapi mereka tidak akan berhasil, dan ketika rezim ini akhirnya jatuh, dan suatu hari nanti, orang-orang Iran dan Israel akan menjadi teman baik sekali lagi. Saya berharap orang-orang Iran sukses dalam pencarian mulia mereka untuk kebebasan," kata Netanyahu, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (2/1).
Netanyahu di kesempatan yang sama juga mengomentari pernyataan Presiden Iran, Hassan Rouhani yang menyebut adanya pihak luar yang berada dibalik demonstrasi yang terjadi di Iran, di mana salah satunya adalah Israel. Netanyahu menyebut klaim Rouhani tersebut menggelikan.
"Saya mendengar hari ini, pernyataan Presiden Rouhani bahwa Israel berada di balik demonstrasi di Iran, tidak hanya salah, tapi menggelikan. Orang-orang Iran yang berani turun ke jalanan untuk mencari kebebasan. Mereka mencari keadilan, mereka mencari kebebasan dasar yang telah ditolak untuk mereka selama beberapa dekade," sambungnya.
Israel sendiri sedari awal memang telah menyatakan dukungan terhadap aksi demonstrasi yang terjadi di Iran. Pejabat Israel pertama yang menyampaikan dukungan itu adalah Menteri Intelijen Israel, Yisrael Katz.
Katz menuturkan, pihaknya mendukung penuh apa yang dia sebut perjuangan masyarakat Iran untuk mendapatkan kebebasan. Dia juga menyebut bahwa jika demokrasi yang nyata bisa dicapai di Iran, maka hal ini akan berdampak baik bagi Israel.
"Saya hanya bisa berharap sukses bagi rakyat Iran dalam perjuangan untuk kebebasan dan demokrasi. Jika orang-orang Iran berhasil mencapai kebebasan dan demokrasi, banyak ancaman terhadap Israel dan seluruh wilayah saat ini akan lenyap" kata Katz dalam sebuah wawancara Radio Angkatan Darat Israel.
(esn)