Erdogan Serukan AS dan Israel Tidak Bertindak Provokatif

Sabtu, 30 Desember 2017 - 11:14 WIB
Erdogan Serukan AS dan...
Erdogan Serukan AS dan Israel Tidak Bertindak Provokatif
A A A
ILLINOIS - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk tidak mengambil langkah-langkah yang akan meningkatkan ketegangan. Hal itu diungkapkannya dalam Konvensi Masyarakat Muslim Amerika di Chicago, Illinois.

Dalam salah satu pertemuan Muslim terbesar di Amerika Utara itu, Erdogan menyebut resolusi PBB terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel adalah sebuah kemenangan.

"Kemenangan yang kita dapatkan atas masalah Yerusalem adalah indikator dari banyak hal yang dapat kita capai bersama melalui solidaritas," ujar Erdogan seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (30/12/2017).

"Kemenangan ini sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa ada nilai yang tidak bisa dibeli dengan uang. Pemerasan dan ancaman sebelum pemungutan suara sia-sia," sambungnya menyinggung ancaman yang ditebarkan oleh Amerika Serikat (AS) sebelum sidang Majelis Umum PBB digelar.

Baca juga:
Ancaman AS Tak Berpengaruh, PBB Tolak Pengakuan Yerusalem


Ia pun meminta AS dan Israel untuk belajar dari pemungutan suara dalam sidang Majelis Umum PBB terkait pengakuan Yerusalem tersebut. Sebanyak 128 negara menolak pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Sementara yang mendukung kebijakan itu hanya 9 negara -termasuk AS serta Israel- dan 35 negara lainnya memilih abstain.

"Kami meminta pemerintah Amerika dan Israel untuk tidak mengambil langkah-langkah yang bisa meningkatkan ketegangan. Itu karena Yerusalem terlalu berharga untuk menjadi korban demi kepentingan kita sendiri," tegas Erdogan.

Dia sekali lagi menegaskan bahwa Yerusalem adalah "garis merah" semua Muslim dan meminta umat Islam untuk tidak mengizinkan siapa pun memecah umat Islam berdasarkan perbedaan etnis, sektarian atau budaya.
(ian)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Gerakan Pro-Palestina...
Gerakan Pro-Palestina Meletus di Kampus-kampus Amerika Serikat
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
5 Sosok Donatur Hamas...
5 Sosok Donatur Hamas yang Paling Diburu Amerika Serikat
Berita Terkini
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
13 menit yang lalu
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
1 jam yang lalu
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
2 jam yang lalu
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
3 jam yang lalu
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
4 jam yang lalu
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
5 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved