Hun Sen Ingin Berkuasa 10 Tahun Lagi

Rabu, 27 Desember 2017 - 14:04 WIB
Hun Sen Ingin Berkuasa...
Hun Sen Ingin Berkuasa 10 Tahun Lagi
A A A
PHNOM PENH - Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, berjanji untuk memperpanjang kekuasaannya lebih dari 30 tahun setidaknya satu dekade lagi. Pernyataan ini dikeluarkan beberapa minggu setelah pengadilan tertinggi membubarkan partai oposisi utama menjelang pemilihan umum 2018.

Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP) dibubarkan pada bulan November atas permintaan pemerintah Hun Sen. Pembubaran ini menandakan apa yang oleh kelompok hak asasi disebut "lonceng kematian" untuk demokrasi di negara Asia Tenggara.

Pada sebuah pidato yang diberikan kepada ribuan pekerja garmen di sebuah pagoda di pinggiran Phnom Penh, Hun Sen mengatakan bahwa dia akan tetap berkuasa untuk dua periode dan meminta pekerja untuk memilih Partai Rakyat Kamboja (CPP) pimpinannya.

"Saya akan terus menjadi Perdana Menteri terpilih untuk dua mandat lain yang tidak kurang dari 10 tahun," kata Hun Sen seperti dilansir dari Reuters, Rabu (27/12/2017).

"Saya harap Anda sebaik orang tua dan kakek-nenek Anda, jika mereka masih hidup, dan keluarga Anda terus memilih, untuk mendukung CPP pada tanggal 29 Juli 2018," serunya.

Garmen adalah ekspor terbesar Kamboja sejauh ini dan pekerja garmen adalah kelompok yang memiliki kekuatan politik. Pada 2016, ekspor garmen senilai USD6,3 miliar dan mencapai USD4,9 miliar dalam tujuh bulan pertama tahun 2017.

Hun Sen telah merayu para pekerja garmen menjelang pemungutan suara. Ia antara lain telah menjanjikan uang untuk pekerja wanita yang melahirkan.

"Anda harus ingat bahwa jika Anda ingin mempertahankan pekerjaan, Anda seharusnya tidak memberikan kesempatan kepada siapapun, termasuk orang Kamboja dan orang asing, untuk menghancurkan perdamaian," kata Hun Sen.

Kekhawatiran tentang dampak pemilihan tahun depan dan persaingan dari pesaing Asia yang berbiaya rendah akan memperlambat pertumbuhan industri garmen Kamboja tahun depan, kelompok produsen utama mengatakan awal bulan ini.
(ian)
Berita Terkait
Thaksin Shinawatra Sangkal...
Thaksin Shinawatra Sangkal Konflik Keluarga Picu Perang Thailand dan Kamboja
Thailand Rebut Kembali...
Thailand Rebut Kembali Wilayah yang Dikuasai Kamboja
Setelah Perang 4 Hari,...
Setelah Perang 4 Hari, Thailand dan Kamboja Sepakat dengan Mediasi yang Ditawarkan Malaysia
Dinilai Lamban Tangani...
Dinilai Lamban Tangani Perang dengan Kamboja, Rakyat Thailand Kecam PM Paetongtarn
Perkuat Aliansi Politik...
Perkuat Aliansi Politik di Masa Perang, Thaksin Serukan Kedaulatan Thailand
Cegah Perang Berlanjut,...
Cegah Perang Berlanjut, PM Anwar Ibrahim Minta Thailand dan Kamboja Buka Dialog
Berita Terkini
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
14 menit yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
54 menit yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
1 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
2 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
2 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved