Ditekan Dunia Internasional Terkait Program Nuklir, Korut Bergeming

Sabtu, 16 Desember 2017 - 11:25 WIB
Ditekan Dunia Internasional...
Ditekan Dunia Internasional Terkait Program Nuklir, Korut Bergeming
A A A
NEW YORK - Sekutu dan musuh Korea Utara (Korut) bergabung untuk menentang program nuklir Pyongyang. Mereka meminta pemimpin Korut, Kim Jong-un, untuk bersedia untuk menegosiasikan denuklirisasi Semenanjung Korea. Namun, Korut tidak goyah dan memberi tanda akan menyerah terhadap ambisi nuklirnya.

Dalam pertemuan di Dewan Keamanan (DK) PBB, Duta Besar Korut Ja Song-nam mengatakan, senjata nuklir Korut adalah sebuah tindakan pertahanan diri yang tidak terelakkan untuk mempertahankan negara itu dari ancaman nuklir Amerika Serikat (AS) dan pemerasan.

Ja pun tidak pernah menyebut adanya kemungkinan pembicaraan. Sebagai gantinya, ia menyebut pertemuan DK PBB sebuah tindakan putus asa yang diplot oleh AS karena takut akan kekuatan Korut telah berhasil mencapai tujuannya sebagai negara nuklir.

Ia menunjuk pada peluncuran rudal balistik antar benua pada 29 November lalu, yang menurut para ahli bisa sampai ke daratan AS.

Ja lantas menyatakan negaranya telah menjadi target dari 11 sanksi resolusi PBB. AS, Uni Eropa, Korea Selatan (Korsel), Jepang dan negara-negara lain telah memberlakukan tindakan tambahan. Tapi semua larangan ini tidak menghentikan uji coba nuklir dan rudal Kim Jong-un, atau menyebabkan perundingan.

Sebelumnya AS serta sekutu dekatnya, Korea Selatan (Korsel) dan Jepang, meminta tekanan terhadap Korut ditingkatkan agar rezim Kim Jong-un mau menegosiasikan denuklirisasi Semenanjung Korea.

Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan retorika militer disertai dengan unjuk kekuatan oleh sejumlah pihak telah menyebabkan situasi di mana seluruh dunia mulai bertanya-tanya apakah akan ada perang atau tidak.

Ia pun mempertanyakan komitmen AS untuk perdamaian di semenanjung Korea. Ia pun menunjuk masa hiatus Korut dari uji coba rudal selama 2,5 bulan yang dijawab Washington bersama sekutunya dengan latihan militer yang tidak terjadwal dan tidak pernah terjadi sebelumnya. AS juga menjatuhkan sanksi dan sebuah deklarasi bahwa Korut adalah negara sponsor terorisme.

"Semua langkah ini memaksa kita untuk bertanya-tanya tentang ketulusan pernyataan yang menunjukkan bahwa ada preferensi untuk pendekatan damai untuk menyelesaikan krisis oleh Amerika Serikat," kata Nebenzia seperti dikutip dari CBS News, Sabtu (16/12/2017).

Ia pun menegaskan Korut tidak akan menghentikan program nuklir dan misilnya sementara mereka merasa mendapatkan ancaman langsung terhadapa keamananya. Nebenzia juga mendesak langkah-langkah praktis untuk menurunkan eskalasi, termasuk pembatalan rencana latihan baru AS-Korsel dan Korut menghentikan uji coba nuklir dan rudal.

Sedangkan Duta Besar China untuk PBB Wu Haitao mengatakan inti dari isu nuklir adalah keamanan. "Tidak ada opsi militer, dan menggunakan kekuatan hanya bisa membawa konsekuensi buruk," tegasnya.

Sebagai tetangga dekat, Wu mengatakan China telah melakukan upaya besar untuk mempromosikan dialog dan denuklirisasi. Namun dia mundur melawan desakan AS bahwa China memegang kunci untuk menyelesaikan krisis tersebut.

"Situasi saat ini di Semenanjung Korea tidak disebabkan oleh satu pihak saja, dan tidak mungkin memaksakan satu pihak pun untuk menyelesaikan masalah," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
AS Cs Kutuk Peluncuran...
AS Cs Kutuk Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara
AS Tanggapi Santai Peluncuran...
AS Tanggapi Santai Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara
Wapres AS akan ke Korsel,...
Wapres AS akan ke Korsel, Korut Tembakan Rudal Balistik
PBB: Korea Utara Abaikan...
PBB: Korea Utara Abaikan Sanksi Nuklir
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Berita Terkini
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
12 menit yang lalu
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
1 jam yang lalu
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
2 jam yang lalu
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
3 jam yang lalu
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
4 jam yang lalu
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
5 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved