Pasukan Israel Tembak Mati 3 Warga Palestina dalam Demo Yerusalem

Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:29 WIB
Pasukan Israel Tembak...
Pasukan Israel Tembak Mati 3 Warga Palestina dalam Demo Yerusalem
A A A
GAZA - Pasukan Israel menembak mati tiga warga Palestina dan melukai puluhan orang lainnya saat demo terkait status Yerusalem pecah pada hari Jumat. Demo menentang pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel ini telah memasuki minggu kedua.

Sebagian besar korban dalam demo kali ini berada di perbatasan Jalur Gaza, di mana ribuan orang Palestina berkumpul untuk melemparkan batu ke tentara Israel di luar pagar yang diperkuat.

Di Tepi Barat, petugas medis setempat mengatakan seorang pemrotes tewas dan lima orang lainnya terluka oleh tembakan pasukan Israel.

Salah satu demonstran yang ditembak adalah seorang pria yang menikam dan melukai seorang anggota unit polisi Israel. Kantor berita Reuters melaporkan seorang warga Palestina membawa pisau dan mengenakan sabuk bom. Namun, petugas medis Palestina mengatakan sabuk bom itu palsu.

Demo kemarahan atas pengumuman Trump soal Yerusalem pada 6 Desember 2017 lalu juga digelar di negara-negara Arab lain dan sejumlah negara lain di Asia. Eropa dan Rusia juga menyuarakan kekhawatiran tentang keputusan Trump.

Militer Israel mengatakan, pada hari Jumat, sekitar 3.500 orang Palestina berdemonstrasi di dekat pagar perbatasan Gaza.

”Selama kekerasan terjadi, tentara IDF (Pasukan Pertahanan Israel) menembak secara selektif terhadap penghasut utama,” kata militer dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Sabtu (16/12/2017).

Israel merebut Yerusalem Timur, sebuah wilayah yang sarat dengan tempat suci Yahudi, Muslim dan Kristen, dari Yordania pada perang 1967 dan kemudian mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional.

Rakyat Palestina sudah lama berharap bahwa Yerusalem Timur menjadi ibu kota masa depan negara mereka. Namun, pengumuman Presiden AS telah membuyarkan harapan rakyat Palestina.

Berbeda halnya dengan Israel yang menyambut baik pengumuman Trump yang dianggap sebagai pengakuan realitas politik dan akar Yahudi di Yerusalem. Usai pengakuan AS, Wakil Presiden Mike Pence dijadwalkan mengunjungi Israel dan Mesir pada pekan depan.
(mas)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Gerakan Pro-Palestina...
Gerakan Pro-Palestina Meletus di Kampus-kampus Amerika Serikat
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
5 Sosok Donatur Hamas...
5 Sosok Donatur Hamas yang Paling Diburu Amerika Serikat
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
1 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
1 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
2 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
4 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
5 jam yang lalu
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved