Hun Sen Tantang AS dan Eropa Bekukan Aset Pemimpin Kamboja

Jum'at, 15 Desember 2017 - 15:53 WIB
Hun Sen Tantang AS dan...
Hun Sen Tantang AS dan Eropa Bekukan Aset Pemimpin Kamboja
A A A
PHNOM PENH - Perdana Menteri (PM) Kamboja, Hun Sen, mendorong Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) untuk membekukan aset pemimpin Kamboja di luar negeri, sebagai tanggapan atas tindakan keras pemerintah terhadap oposisi dan masyarakat sipil.

Hun Sen, orang kuat yang telah memerintah Kamboja selama lebih dari tiga dekade, telah mengambil garis anti-Barat yang menyengat jelang pemilu 2018 nanti. Ia juga telah menolak kritik dari para donor atas pembubaran partai oposisi utama di negara itu.

AS dan UE telah menangguhkan dana untuk pemilu tahun depan dan Washington telah mengajukan larangan visa kepada beberapa pemimpin Kamboja. Tidak ada usulan saat ini untuk membekukan aset oleh AS atau UE, namun beberapa anggota parlemen telah melayangkan gagasan tersebut.

"Saya mendorong Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk membekukan kekayaan pemimpin Kamboja di luar negeri," cetus Hun Sen kepada sekelompok atlet di Ibu kota Phnom Penh seperti dilansir dari Reuters, Jumat (15/12/2017).

Hun Sen mengatakan bahwa dia tidak memiliki uang di luar negeri dan tindakan EU dan A.S. tidak akan menyakitinya.

Kedutaan Besar AS tidak memberikan komentar terkait pernyataan Hun Sen tersebut. Sementara Duta Besar UE George Edgar mengatakan tidak ada keputusan mengenai tindakan lebih lanjut dari blok tersebut.

Mahkamah Agung membubarkan partai oposisi, Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP), bulan lalu atas permintaan pemerintah dengan alasan merencanakan untuk merebut kekuasaan.

Hun Sen menuduh Kem Sokha, pemimpin CNRP dari sebuah plot anti-pemerintah yang didukung AS. Pemimpin oposisi dan AS membantahnya.

China, donor bantuan terbesar Kamboja, telah menyandarkan dukungannya kepada Hun Sen, dengan mengatakan menghormati hak Kamboja untuk mempertahankan keamanan nasionalnya.
(ian)
Berita Terkait
Erdogan: Sanksi Amerika...
Erdogan: Sanksi Amerika Serikat Tidak Menghormati Turki
Menlu Italia: Uni Eropa...
Menlu Italia: Uni Eropa Didominasi Amerika Serikat
Uni Eropa akan Terus...
Uni Eropa akan Terus Dukung Ukraina Tanpa Amerika Serikat
Uni Eropa Depak Amerika...
Uni Eropa Depak Amerika Serikat dari Daftar Perjalanan Aman
Negara-negara Eropa...
Negara-negara Eropa yang Dihasut Amerika Serikat untuk Boikot Gas Rusia
Amerika Serikat Membuka...
Amerika Serikat Membuka Akses untuk Pelancong yang Divaksinasi Penuh
Berita Terkini
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
55 menit yang lalu
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
1 jam yang lalu
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
2 jam yang lalu
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
2 jam yang lalu
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
2 jam yang lalu
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
7 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved