Hamas Bersumpah Balas Serangan Israel

Minggu, 10 Desember 2017 - 23:46 WIB
Hamas Bersumpah Balas...
Hamas Bersumpah Balas Serangan Israel
A A A
YERUSALEM - Sayap bersenjata kelompok Palestina Hamas telah bersumpah untuk menanggapi serangan udara Israel baru-baru ini di Jalur Gaza. Ancaman ini didengungkan di tengah ketegangan atas pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel.

"Israel akan membayar harga melanggar peraturan pertempuran dengan perlawanan di Gaza," bunyi pernyataan yang dikeluarkan Brigade Ezzeddin al-Qassam seperti dikutip dari Middle East Monitor, Minggu (10/12/2017).

Dua orang Palestina tewas pada hari Sabtu ketika pesawat tempur Israel melakukan penyerangan di Jalur Gaza. Sebelumnya hari ini, Israel mengumumkan juga telah menghancurkan terowongan penting yang masuk ke Israel dari Jalur Gaza.

Baca juga:
Israel Mengebom Gaza di 'Hari Kemarahan', 25 Warga Palestina Terluka

Sudah 4 Tewas, Imbas Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

"Beberapa hari mendatang akan membuktikan kepada musuh bahwa hal itu telah membuat kesalahan besar dan salah menghitung tekad perlawanan," kata Brigade Ezzeddin al-Qassam.

Pada hari Rabu, Trump mengumumkan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan mengatakan bahwa Kedutaan Besar AS akan dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem. Perubahan dramatis dalam kebijakan Yerusalem di Washington memicu demonstrasi di wilayah Palestina yang diduduki dan di seluruh dunia.

Ketegangan meningkat di wilayah Palestina sejak keputusan Presiden AS Donald Trump untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Sebagian besar negara menganggap Yerusalem Timur, yang dianeksasi Israel setelah merebutnya dalam sebuah perang pada tahun 1967, untuk wilayah yang diduduki, dan mengatakan bahwa status kota tersebut harus diputuskan pada pembicaraan Israel-Palestina di masa depan.

Sementara masyarakat internasional hampir tidak sepakat dengan pengumuman Donald Trump, laporan menunjukkan bahwa pengumuman tersebut dilakukan dengan kesepakatan awal antara Mesir dan Arab Saudi, dengan Arab Saudi mengatakan, sejauh yang diminta, kepada Presiden Palestina untuk menerima sebuah desa di pinggiran Yerusalem sebagai Ibu Kota alternatif Palestina.

Baca juga:
Saudi Disebut Restui Trump Jadikan Yerusalem Ibu Kota Israel
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
6 jam yang lalu
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
7 jam yang lalu
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
8 jam yang lalu
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
9 jam yang lalu
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
9 jam yang lalu
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
10 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved