Eropa Desak AS Ajukan Proposal Perdamaian Timur Tengah

Sabtu, 09 Desember 2017 - 05:21 WIB
Eropa Desak AS Ajukan...
Eropa Desak AS Ajukan Proposal Perdamaian Timur Tengah
A A A
NEW YORK - Negara-negara Eropa yang selama ini menjadi sekutu Amerika Serikat (AS) mendesak Washington mengajukan proposal terperinci untuk perdamaian Israel dan Palestina. Mereka menyebut keputusan Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sebagai keputusan yang tidak membantu.

Dalam sebuah pernyataan bersama Inggris, Prancis, Jerman, Swedia dan Italia mengatakan bahwa keputusan AS, yang mencakup rencana untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dari Tel Aviv, tidak membantu dalam hal prospek perdamaian di Timur Tengah.

"Kami siap untuk berkontribusi pada semua upaya yang dapat dipercaya untuk memulai kembali proses perdamaian, berdasarkan parameter yang disepakati secara internasional, yang mengarah ke solusi dua negara," kata mereka.

"Kami mendorong pemerintah AS untuk sekarang mengajukan proposal rinci untuk penyelesaian Israel-Palestina," sambungnya seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (9/12/2017).

Israel menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibukotanya. Sementara Palestina menginginkan bagian timur kota itu sebagai Ibu Kota negara merdeka masa depan mereka sendiri.

Sebagian besar negara menganggap Yerusalem Timur, yang dianeksasi Israel setelah menguasainya dalam Perang Timur Tengah 1967, untuk wilayah yang diduduki, termasuk Kota Tua, tempat tinggal yang dianggap suci bagi umat Islam, Yahudi dan Kristen.

Sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB yang diadopsi pada bulan Desember tahun lalu menggarisbawahi bahwa hal itu tidak akan mengakui adanya perubahan pada batas-batas wilayah sebelum 4 Juni 1967, termasuk mengenai Yerusalem, selain yang disetujui oleh para pihak melalui perundingan.

Resolusi tersebut disetujui dengan 14 suara yang mendukung dan sementara utusan AS memilih untuk abstein. Presiden AS kala itu, Barack Obama, menolak tekanan berat dari sekutu lama Israel dan Trump, yang saat itu adalah presiden terpilih, karena Washington memiliki hak veto.
(ian)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Gerakan Pro-Palestina...
Gerakan Pro-Palestina Meletus di Kampus-kampus Amerika Serikat
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
5 Sosok Donatur Hamas...
5 Sosok Donatur Hamas yang Paling Diburu Amerika Serikat
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
3 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
4 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
5 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
6 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
7 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
8 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved