Tokoh Senior Palestina Desak Keluar dari Perundingan Damai

Kamis, 07 Desember 2017 - 04:25 WIB
Tokoh Senior Palestina...
Tokoh Senior Palestina Desak Keluar dari Perundingan Damai
A A A
GAZA - Tokoh politik Palestina yang diasingkan Mohammad Dahlan mengatakan warga Palestina harus menolak perundingan damai di masa depan. Ia juga mendesak untuk menghentikan koordinasi keamanan dengan Israel selama Amerika Serikat (AS) berencana untuk memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.

"Saya menyerukan penarikan diri dari perundingan yang tidak masuk akal dan tak berujung dengan Israel setelah asas status Yerusalem tidak dapat diterobos telah dilanggar," kata Dahlan sesaat sebelum pidato Trump yang menyatakan Yerusalem Ibu Kota Israel melalui akun Twitternya.

"Saya menyerukan untuk mengakhiri semua bentuk koordinasi, terutama koordinasi keamanan, dengan Israel dan Amerika Serikat," tambahnya dari Uni Emirat Arab, tempat dia tinggal sejak berseteru dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan mengusirnya dari wilayah Palestina pada tahun 2011 seperti dilansir dari Reuters, Kamis (7/12/2017).

Israel menganggap Yerusalem sebagai Ibu Kota abadi dan tak terpisahkan serta menginginkan semua kedutaan besar berbasis di sana. Sementara warga Palestina menginginkan Ibu Kota negara Palestina merdeka berada di bagian timur kota, yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah 1967 dan dicaplok dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui secara internasional.

Di bawah kesepakatan damai interim 1990 antara Israel dan Palestina, masa depan Yerusalem adalah salah satu isu utama yang harus diselesaikan dalam perundingan perdamaian terakhir antara kedua belah pihak.

Putaran terakhir perundingan ambruk pada 2014 karena isu-isu seperti perluasan pemukiman Israel di wilayah pendudukan di mana orang-orang Palestina mencari kenegaraan, dan upaya untuk memulai kembali mereka telah gagal.

Dalam sebuah pidato di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa pemerintahannya akan memulai sebuah proses untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, sesuatu yang diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun.

Abbas merencanakan pidato di televisi pada hari Rabu untuk menanggapi pidato Trump.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
37 menit yang lalu
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
1 jam yang lalu
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
3 jam yang lalu
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
3 jam yang lalu
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
4 jam yang lalu
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved