NATO: Rusia dan China Bangkit, Risiko Perang Lebih Tinggi

Rabu, 29 November 2017 - 06:20 WIB
NATO: Rusia dan China...
NATO: Rusia dan China Bangkit, Risiko Perang Lebih Tinggi
A A A
BERLIN - NATO atau Pakta Pertahanan Atlantik Utara melihat kekuatan militer China dan Rusia yang bangkit akan menimbulkan tantangan bagi aliansi tersebut di tahun-tahun mendatang. Menurut aliansi pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut, bangkitnya militer kedua negara itu membuat risiko perang antarnegara jadi lebih tinggi.

Penilaian NATO itu muncul dalam laporan empat tahunannya. Dalam laporan tersebut, kebangkitan militer dua negara rival AS itu dapat memicu perlombaan senjata ala Perang Dingin.

Laporan itu mengidentifikasi 20 tren global yang cenderung mempengaruhi aliansi sampai tahun 2035, mulai dari kecerdasan buatan (artificial intelligence), pengembangan teknologi, perubahan iklim dan ketidaksetaraan yang meningkat.

Komandan Tertinggi Transformasi NATO, Jenderal Denis Mercier, mengatakan kepada Reuters bahwa laporan tersebut menunjukkan risiko perang antarnegara yang lebih tinggi daripada laporan yang diterbitkan tahun 2013.

”Kami melihat peningkatan yang cukup besar dalam risiko konflik antarnegara di bagian utama,” kata Mercier dalam sebuah wawancara di sela-sela Konferensi Keamanan Berlin.

”Dengan kesadaran global lebih penting daripada sebelumnya, kita harus siap menghadapi skenario apapun,” kata Mercier, yang dilansir Rabu (29/11/2017).

Masih menurut laporan empat tahunan NATO, pembelanjaan pertahanan mulai meningkat setelah aneksasi Rusia atas wilayah Crimea dari Ukraina pada tahun 2014. Aliansi itu meyakini, kenaikan belanja pertahanan akan terus meningkat sampai tahun 2045.

“Kenaikan tersebut dapat menciptakan dilema keamanan dan memulai perlombaan senjata, seperti yang terjadi selama Perang Dingin,” ujar Mercier.

Mercier mengatakan, NATO sudah bekerja untuk memperluas kemampuannya dalam domain siber. ”Di NATO, kita berada dalam serangan permanen di dunia maya,” katanya. Dia mengklaim aliansi tersebut terbukti cukup baik untuk melindungi dirinya sendiri sejauh ini.
(mas)
Berita Terkait
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang Jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO, Siapa Saja?
3 Orang Berpengaruh...
3 Orang Berpengaruh Rusia Lulusan Amerika Serikat
Senjata Amerika Serikat...
Senjata Amerika Serikat Sudah Ada di Lapangan Tembak Ukraina
Rusia dan China Tak...
Rusia dan China Tak Tertarik Hidupkan Blok Timur Buat Saingi NATO
Biden Galang Dukungan...
Biden Galang Dukungan G7 dan NATO, China: Amerika Serikat Sakit!
Putin Bongkar Masalah...
Putin Bongkar Masalah Utama Rusia dengan Amerika Serikat
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
4 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
5 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
6 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
7 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
8 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
9 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved