Irak: Secara Militer ISIS Telah Habis
Rabu, 22 November 2017 - 15:17 WIB
Irak: Secara Militer ISIS Telah Habis
A
A
A
BAGHDAD - Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi menuturkan, kehadiran ISIS secara militer telah habis di Irak. Menurut Abadi, dalam waktu dekat kehadiran ISIS akan benar-benar habis di Irak.
Berbicara di sebuah briefing berita mingguan di Baghdad, Abadi mengatakan, keberadaan ISIS di daerah gurun di sebelah barat kota Anbar akan segera berakhir.
"Kemudian, ini akan menjadi kemenangan penuh. Hari itu akan dinyatakan sebagai "hari nasional" di Irak," kata Abadi dalam briefing tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (22/11).
ISIS baru-baru ini mengalami serangkaian kekalahan yang menghancurkan di Irak, dan Suriah. Pada 17 November, Menteri Dalam Negeri Irak Qasim al-Araji menyatakan bahwa kehadiran kelompok teroris ISIS di Irak telah berakhir menyusul "pembebasan" kota Rawa di provinsi Anbar.
Sementara itu, di kesempatan yang sama Abadi juga meyinggung mengenai keputusan Mahkamah Agung (MA) Irak hari mengenai referendum Kurdi, di mana MA Irak menyebut referendum itu tidak konstitusional. Abadi memperingatkan warga Kurdi untuk menghindari konflik.
"Saya memperingatkan warga Kurdi kita untuk menghindari segala jenis konflik dan meminta mereka untuk mematuhi undang-undang tersebut," Al-Abadi, dan menekankan perlunya keamanan, dan menambahkan bahwa pemerintah pusat Irak akan membayar gaji pegawai negeri sipil setelah penyelidikan yang diperlukan.
Berbicara di sebuah briefing berita mingguan di Baghdad, Abadi mengatakan, keberadaan ISIS di daerah gurun di sebelah barat kota Anbar akan segera berakhir.
"Kemudian, ini akan menjadi kemenangan penuh. Hari itu akan dinyatakan sebagai "hari nasional" di Irak," kata Abadi dalam briefing tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (22/11).
ISIS baru-baru ini mengalami serangkaian kekalahan yang menghancurkan di Irak, dan Suriah. Pada 17 November, Menteri Dalam Negeri Irak Qasim al-Araji menyatakan bahwa kehadiran kelompok teroris ISIS di Irak telah berakhir menyusul "pembebasan" kota Rawa di provinsi Anbar.
Sementara itu, di kesempatan yang sama Abadi juga meyinggung mengenai keputusan Mahkamah Agung (MA) Irak hari mengenai referendum Kurdi, di mana MA Irak menyebut referendum itu tidak konstitusional. Abadi memperingatkan warga Kurdi untuk menghindari konflik.
"Saya memperingatkan warga Kurdi kita untuk menghindari segala jenis konflik dan meminta mereka untuk mematuhi undang-undang tersebut," Al-Abadi, dan menekankan perlunya keamanan, dan menambahkan bahwa pemerintah pusat Irak akan membayar gaji pegawai negeri sipil setelah penyelidikan yang diperlukan.
(esn)