Ditelepon Teroris 60 Kali, Konvoi Mobil Putin Diancam 50 Bom

Minggu, 19 November 2017 - 00:10 WIB
Ditelepon Teroris 60...
Ditelepon Teroris 60 Kali, Konvoi Mobil Putin Diancam 50 Bom
A A A
ST PETERSBURG - Petugas keamanan Rusia di Saint Petersburg terpaksa menyelidiki puluhan ancaman bom yang mengincar konvoi mobil Presiden Vladimir Putin. Menurut Kremlin, ancaman pada hari Jumat itu muncul dari teroris yang menelepon sekitar 60 kali.

Teroris yang diduga berasal dari luar negeri mengklaim bahwa puluhan bom telah ditanam di sepanjang jalur iring-iriangan mobil Putin dan fasilitas lain.

”Telepon teroris membuat panggilan prank (lelucon) sepanjang hari,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Dia mencatat, setidaknya 60 panggilan telepon diterima pada hari Jumat pagi.

”Panggilan tersebut menyatakan bahwa ada sekitar 50 bom yang ditanam di berbagai tempat, termasuk yang terletak di sepanjang rute iring-iringan kendaraan Putin atau di fasilitas di sekitar tempat yang diharapkan untuk dikunjungi (Putin),” lanjut Peskov.

Putin telah diberitahu tentang panggilan telepon tersebut dan petugas keamanan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan lingkungan kerja aman bagi presiden.

”Cukup alami, presiden diberi tahu,” ucap Peskov, yang menambahkan bahwa tidak ada instruksi tambahan dari Putin.

”Petugas keamanan hanya melakukan apa yang harus dilakukan,” imbuh Peskov. Menurutnya, semua ancaman bom terbukti palsu.

“Perhatian khusus diberikan untuk memastikan bahwa pekerjaan dinas keamanan tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga negara,” papar Peskov.

“Ancaman bom sama sekali tidak mempengaruhi kegiatan yang direncanakan presiden,” kata juru bicara Presiden Putin tersebut. Identitas teroris yang menelepon puluhan kali itu belum diketahui, namun diduga berbasis di luar negeri.

”Saya tidak memiliki keraguan bahwa cepat atau lambat akan diketahui (siapa yang membuat ancaman bom),” kata Peskov, seperti dikutip Russia Today, Sabtu (18/11/2017) malam. ”Ini adalah hooligan telepon atau teroris telepon atau apapun yang Anda sebut untuk mereka. Ini adalah kegiatan kriminal, dan mereka akan ditemukan cepat atau lambat, tentu saja.”

Gelombang panggilan telepon anonim telah memicu evakuasi besar-besaran di seluruh Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Oleg Baranov, Kepala Kantor Kementerian Dalam Negeri Moskow, mengatakan pada awal pekan ini bahwa sebagian besar ancaman tersebut berasal dari penelepon yang berbasis di Turki, Jepang, Ukraina dan AS.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
41 menit yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
1 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
3 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
4 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
7 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
10 jam yang lalu
Infografis
Presiden Rusia Vladimir...
Presiden Rusia Vladimir Putin Didesak Gunakan Bom Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved