Korsel Sebut Program ICBM Korut Temui Hambatan Serius

Sabtu, 18 November 2017 - 10:32 WIB
Korsel Sebut Program...
Korsel Sebut Program ICBM Korut Temui Hambatan Serius
A A A
SEOUL - Badan intelijen Korea Selatan (Korsel) melaporkan bahwa program rudal balistik antarbenua (ICBM) Korea Utara (Korut) telah mendapat pukulan. Pasalnya, mereka kesulitan untuk mengembangkan teknologi masuk kembali atmosfir yang dapat diandalkan untuk memungkinkan rudal mereka kembali dari orbit Bumi.

Laporan tersebut berasal dari National Intelligence Service (NIS), yang melakukan pertemuan tertutup dengan Komite Intelijen Nasional Parlemen Korsel pada hari Kamis lalu. Menurut sumber anonim parlemen, NIS mengklaim bahwa Korut tidak akan memiliki ICBM fungsional sampai mereka dapat mengatasi rintangan ini.

"NIS mengatakan bahwa Korea Utara baru-baru ini melakukan beberapa uji coba rudal, namun masih belum pada tahap di mana ia dapat menyelesaikan pengembangan ICBM-nya," kata sumber anonim itu seperti disitir Sputnik dari Yonhap, Sabtu (18/11/2017).

Korut belum meluncurkan rudal sejak September, namun pada bulan Juli 2017 mereka melakukan dua tes ICBM profil tinggi Hwasong-14. Kedua tes tersebut berjalan sukses, dengan tes terakhir menunjukkan bahwa Hwasong-14 berpotensi menyerang bagian mana pun di Amerika Serikat (AS).

Tapi sampai sejauh ini, Hwasong-14 membutuhkan wahana untuk masuk kembali ke atmosfir yang efektif. Rudal yang diuji kedua berhasil masuk ke ruang angkasa dengan baik, namun wahana masuk kembalinya pecah saat mencoba balik ke Bumi.

Kekurangan menjadi kesalahan dalam teknik Korut dan lebih banyak bukti betapa sulitnya wahana masuk kembali untuk dibangun: mereka harus dapat melindungi hulu ledak dari suhu 7.000 derajat Celsius dan kecepatannya mencapai Mach 24 (sekitar 18.500 mph).

Tidak hanya wahana masuk kembali yang cukup membutuhkan banyak pengetahuan teknis untuk dibangun, kata NIS, mereka juga membutuhkan berbagai komponen khusus dan mahal. Tindakan ketat sanksi internasional yang dikenakan terhadap Korut oleh AS, PBB, Uni Eropa, dan lainnya telah memperlambat pembangunan wahana masuk kembali oleh Korut.

NIS juga mengatakan bahwa tekanan militer AS, seperti pengerahan kapal induk ke Semenanjung Korea dan benturan wilayah udara Korut dengan pembom strategis, merupakan kontributor utama keragu-raguan Pyongyang untuk menguji rudal lain.

Faktor lain yang tidak biasa, menurut Pusat Kajian Strategis dan Internasional, adalah bahwa Korut biasanya menahan diri untuk tidak menguji rudal pada kuartal terakhir tahun kalender. Tidak ada yang benar-benar yakin mengapa hal ini terjadi; itu mungkin kebetulan saja.

Tapi NIS bersikeras mereka akan meluncurkan rudal lagi. Itu hanya masalah waktu saja.

Sebuah ICBM fungsional dipandang sangat penting bagi Korut, karena saat ini mereka memiliki pengaruh yang sangat lemah terhadap AS secara langsung. Mereka hanya dapat mengancam sekutu AS seperti Korsel dan Jepang. ICBM akan memberi mereka pengaruh atas daratan AS, yang berpotensi memicu perselisihan antara kepentingan keamanan Korsel dan AS.
(ian)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Utara Sebut Presiden...
Korea Utara Sebut Presiden Korea Selatan Picu Perang Nuklir
Korea Selatan: Serangan...
Korea Selatan: Serangan Nuklir Jadi Akhir Rezim Korea Utara
Korea Selatan Desak...
Korea Selatan Desak China Bantu 'Jinakkan' Korea Utara
Korea Selatan: China-Rusia...
Korea Selatan: China-Rusia Kunci Denuklirisasi Korea Utara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
34 menit yang lalu
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
1 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
2 jam yang lalu
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
3 jam yang lalu
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
4 jam yang lalu
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
5 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Program Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved