Mahkamah Agung Kamboja Bubarkan Partai Oposisi

Jum'at, 17 November 2017 - 17:00 WIB
Mahkamah Agung Kamboja...
Mahkamah Agung Kamboja Bubarkan Partai Oposisi
A A A
PHNOM PENH - Mahkamah Agung (MA) Kamboja membubarkan partai oposisi utama, Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP). Itu sebagai jalan Perdana Menteri (PM) Hun Sen memperpanjang kekuasaannya menjelang pemilu tahun depan.

Pemerintahan PM Hun Sen yang telah berkuasa selama tiga dekade meminta MA membubarkan CNRP karena melaksanakan kudeta dengan bantuan Amerika Serikat (AS) setelah penangkapan pemimpinnya, Kem Sokha, pada 3 September lalu. MA memerintahkan penghentian aktivitas politik selama lima tahun bagi 118 anggota partai oposisi yang menjadi ancaman bagi Hun Sen, mantan komandan Khmer Merah pada pemilu mendatang.

Namun, CNRP menolak tuduhan tersebut karena itu bermotif politik. Mereka juga tidak mengirim kuasa hukum dalam persidangan di MA. "Itu (keputusan pembubaran) menunjukkan Hun Sen tidak akan berhenti jika tidak ada seorang pun yang mampu menghentikannya," kata Kem Monovithya, putri Kem Sokha yang juga petinggi CNRP. "Vonis MA itu telah diperkirakan sebelumnya. Saat ini adalah waktunya untuk memberikan sanksi (kepada Hun Sen) dari komunitas internasional," paparnya, dilansir Reuters.

Negara-negara Barat berharap Hun Sen membebaskan Kem Sokha. Namun, sanksi dari Barat sepertinya tidak akan berdampak besar bagi Kamboja karena mereka telah beraliansi dengan China. Misi diplomatik Amerika Serikat dan Uni Eropa menolak berkomentar mengenai vonis MA tersebut.

Sementara itu, puluhan polisi kemarin berjaga di luar kantor MA di Phnom Penh. Tidak ada tanda kalau akan terjadi demonstrasi. Sedikit orang di jalanan yang ingin menceritakan bahwa Partai Rakyat (CPP) pimpinan Hun Sen ingin kekuasaan di negara berpenduduk 16 juta itu.
"Keputusan MA itu bukan akhir dari demokrasi. Namun, itu adalah untuk menghancurkan ekstremis dan melindungi rakyat dan bangsa dari kehancuran," kata Wakil Menteri Dalam Negeri Huy Vannak. Sejak Hun Sen berkuasa pada 1985, Kamboja telah bertransformasi dari negara yang gagal menjadi negara berpendapatan menengah dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 7% per tahun.

Kelompok pengamat hak asasi manusia (HAM) mengecam keputusan MA tersebut. Apalagi keputusan itu dibuat oleh hakim yang merupakan anggota komite permanen CPP. "Penyalahgunaan MA untuk membubarkan CNRP merupakan ancaman terburuk bagi HAM dan merepresentasikan demokrasi modern Kamboja saat ini," ujar Kingsley Abbot dari International Commission of Jurists berbasis di Jenewa.

Sebagian besar anggota parlemen dari CNRP telah melarikan diri dari Kamboja. Mereka khawatir dengan penangkapan para politikus oposisi. "Kami tidak mengetahui siapa yang menjadi target selanjutnya," ujar salah satu editor stasiun radio Voice of Democracy yang tidak mau disebutkan namanya.

Radio tersebut telah dibekukan pada Agustus lalu, tetapi mereka tetap melanjutkan siaran melalui Facebook. Nantinya, kursi parlemen CNRP akan didistribusikan pula ke partai yang beraliansi ke pemerintah setelah pembubaran oposisi. CNRP juga akan kehilangan kekuasaan di dewan pemerintahan lokal, padahal mereka memenangkan pemilu lokal pada Juni lalu.
(amm)
Berita Terkait
Thaksin Shinawatra Sangkal...
Thaksin Shinawatra Sangkal Konflik Keluarga Picu Perang Thailand dan Kamboja
Thailand Rebut Kembali...
Thailand Rebut Kembali Wilayah yang Dikuasai Kamboja
Setelah Perang 4 Hari,...
Setelah Perang 4 Hari, Thailand dan Kamboja Sepakat dengan Mediasi yang Ditawarkan Malaysia
Dinilai Lamban Tangani...
Dinilai Lamban Tangani Perang dengan Kamboja, Rakyat Thailand Kecam PM Paetongtarn
Perkuat Aliansi Politik...
Perkuat Aliansi Politik di Masa Perang, Thaksin Serukan Kedaulatan Thailand
Cegah Perang Berlanjut,...
Cegah Perang Berlanjut, PM Anwar Ibrahim Minta Thailand dan Kamboja Buka Dialog
Berita Terkini
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
11 menit yang lalu
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
15 menit yang lalu
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
1 jam yang lalu
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
1 jam yang lalu
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
1 jam yang lalu
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
2 jam yang lalu
Infografis
Partai Oposisi India:...
Partai Oposisi India: Jet Tempur Siluman F-35 AS adalah Sampah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved