Saudi: Bersih-bersih Koruptor Tak Pandang Bulu Setinggi Apa Levelnya

Kamis, 16 November 2017 - 00:57 WIB
Saudi: Bersih-bersih...
Saudi: Bersih-bersih Koruptor Tak Pandang Bulu Setinggi Apa Levelnya
A A A
RIYADH - Langkah “bersih-bersih” oleh komite anti-korupsi Arab Saudi jadi sorotan dunia karena menargetkan para pangeran, menteri, pejabat dan pengusaha. Riyadh menegaskan, penindakan terhadap koruptor tak pandang bulu apa pun levelnya.

Penegasan ini disampaikan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Muhammad Al Shuaibi di Jakarta, Rabu (15/11/2017). Riyadh, kata dia, memang bertekad membersihkan pemerintahan dari praktik korupsi.

”Ada agenda pemerintah untuk memberantas korupsi yang tak pandang bulu, setinggi apa levelnya. Karena nilai yang dikorupsi cukup besar dan semuanya diproses sama,” kata Dubes Osama.

Gebrakan komite anti-korupsi yang baru dibentuk itu diawasi langsung oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Hal itu memicu spekulasi bahwa langkah tersebut sebagai upaya putra pewaris takhta Saudi itu untuk memperkuat pijakan di pemerintah dan mengkokohkan cengkeraman Saudi di dunia internasional.

Dubes Osama menepis spekulasi itu. ”Tidak seperti itu. Saya rasa, kami berada di jalan yang benar untuk memberantas korupsi. Untuk memperlancar apa yang terjadi di negara kami terutama untuk bisnis dan investasi,” ujar diplomat Riyadh ini.

Jumlah angka finansial yang disalahgunakan dari berbagai jenis korupsi secara besar-besaran dan selama beberapa dekade di Saudi mencapai sekitar USD100 miliar atau lebih dari Rp1.350 triliun. Data itu dibeberkan Jaksa Agung Arab Saudi Sheikh Saud al-Moaajeb, beberapa hari lalu.

Menurutnya, sudah 208 orang yang ditangkap terkait penyelidikan dugaan korupsi. Dari jumlah itu, tujuh orang di antaranya dibebaskan karena tak cukup bukti.

”Berdasarkan penyelidikan kami selama tiga tahun terakhir, kami memperkirakan bahwa setidaknya USD100 miliar telah disalahgunakan melalui korupsi dan penggelapan sistematis selama beberapa dekade,” kata al-Moaajeb.

”Potensi skala praktik korupsi yang telah ditemukan sangat besar,” ujar al-Moaajeb, yang juga anggota Komite Pemberantasan Korupsi Arab Saudi.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Punya Bakat dan Keahlian...
Punya Bakat dan Keahlian Unik? Arab Saudi Tarik Pemuda Berbakat dengan Paket Bebas Pajak
Arab Saudi Larang Penggunaan...
Arab Saudi Larang Penggunaan Simbol Negara dan Agama untuk Kepentingan Komersial
Saudi Makin Liberal,...
Saudi Makin Liberal, Band Metal Manggung Habis-habisan di Jeddah
Rayakan Hari Nasional,...
Rayakan Hari Nasional, Saudi Gelar Pesta Kembang Api
3 Alasan Rakyat Arab...
3 Alasan Rakyat Arab Saudi Ikut Berduka dengan Kematian Sleeping Prince
Berita Terkini
1 Lagi Tentara AS Tewas...
1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
47 menit yang lalu
Piala Dunia 2026: Netanyahu...
Piala Dunia 2026: Netanyahu Dukung Argentina karena Pro-Israel, tapi Justru Dikalahkan Spanyol
1 jam yang lalu
5 Alasan Kematian 16...
5 Alasan Kematian 16 Tentara AS Picu Perang Iran Masuk ke Babak Baru yang Berbahaya
3 jam yang lalu
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
4 jam yang lalu
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
5 jam yang lalu
Berapa Banyak Jumlah...
Berapa Banyak Jumlah Tentara AS yang Tewas selama Perang Iran?
7 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved