Rusia Adopsi Rudal Jarak Menengah Baru jika AS Melakukannya

Jum'at, 10 November 2017 - 11:46 WIB
Rusia Adopsi Rudal Jarak...
Rusia Adopsi Rudal Jarak Menengah Baru jika AS Melakukannya
A A A
MOSKOW - Rusia akan mengembangkan dan mengadopsi sistem rudal jarak menengah baru jika Amerika Serikat (AS) memulainya lebih dulu. Sikap Moskow ini disuarakan parlemen setelah rincian anggaran pertahanan Washington baru-baru ini berpotensi melanggar perjanjian rudal tahun 1987.

”Jika rudal yang diumumkan oleh Kongres (AS) memang membuatnya masuk ke gudang senjata Amerika, kita harus mengembangkan dan mengadopsi hal yang sama. Rusia memiliki kapasitas militer dan teknis untuk itu,” kata Viktor Bondarev, Ketua Komite Pertahanan dan Keamanan Majelis Tinggi Parlemen Rusia.

Kedua negara sejatinya terikat Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) Treaty atau Perjanjian tentang Pasukan Nuklir Jarak Menengah tahun 1987. Perjanjian ini melarang pengembangan rudal baru dengan jarak tempuh antar 500 hingga 5.500 km.

Namun, pada hari Rabu, legislator AS mengalokasikan anggaran US58 juta untuk melawan dugaan ketidakpatuhan Rusia dengan perjanjian INF. Jumlah anggaran tersebut merupakan bagian dari USD700 miliar yang diusulkan dalam Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) untuk tahun fiskal 2018.

Langkah-langkah untuk melawan dugaan kegiatan Rusia mencakup sebuah program penelitian dan pengembangan rudal jarak menengah yang jelas-jelas melanggar perjanjian INF.

Parlemen Moskow tidak ragu lagi bahwa pelanggaran INF tersebut tidak dapat dihindari, dan memperingatkan pemerintah Rusia segera menanggapinya.

”Ini sepenuhnya akan bertentangan dengan perjanjian INF,” kata Vladimir Shamanov, Ketua Komite Pertahanan Majelis Rendah Rusia dan mantan kepala angkatan udara Moskow, pada hari Kamis.

”Presiden kami mengatakan: 'tanggapannya akan instan’,” katanya mengutip komentar yang pernah dilontarkan Presiden Vladimir Putin.

”Kami akan mematuhi persyaratan (INF), asalkan mitra kami melakukannya,” kata Putin pada bulan Oktober di Valdai Discussion Club, di Sochi. ”Jika mereka memutuskan untuk meninggalkannya, tanggapan kami akan instan dan simetris.”

AS sendiri sebelumnya telah mengancam untuk membatalkan perjanjian itu. Washington tidak memberikan bukti bahwa Rusia telah melanggar INF.

Namun, Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan pada hari Kamis bahwa banyak negara-negara anggota NATO memiliki bukti tentang apa yang telah dilakukan Rusia. ”Kami memiliki keyakinan yang kuat sekarang selama beberapa tahun bahwa orang-orang Rusia telah melanggar INF dan usaha (kami) adalah untuk membawa Rusia kembali ke kepatuhan,” kata Mattis, seperti dikutip Russia Today, Jumat (10/11/2017).
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
1 jam yang lalu
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
2 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
3 jam yang lalu
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
6 jam yang lalu
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
7 jam yang lalu
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
8 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved