Parpol di Thailand Minta Junta Cabut Larangan Aktivitas Politik

Kamis, 09 November 2017 - 16:30 WIB
Parpol di Thailand Minta...
Parpol di Thailand Minta Junta Cabut Larangan Aktivitas Politik
A A A
BANGKOK - Partai Puea Thai mendesak junta Thailand mengakhiri larangan aktivitas politik yang berlaku sejak kudeta 2014. Menurut partai tersebut, larangan itu bisa menunda rencana pemilu yang akan digelar tahun depan.

Pernyataan dari Partai Puea Thai itu muncul seiring meningkatnya seruan dari berbagai pihak agar larangan itu dicabut menjelang pemilu pada November 2018 sesuai dengan janji junta. Puea Thai merupakan partai yang pemerintahannya dibubarkan junta pada 2014.

"Larangan aktivitas politik yang terus diberlakukan junta bisa menjadi alasan untuk menunda pemilu lagi, seperti terjadi sebelumnya beberapa kali," kata pernyataan Partai Puea Thai dikutip kantor berita Reuters.

Sebelumnya Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-ocha menyatakan larangan itu tetap berlaku. Junta awalnya menegaskan pihaknya akan mempertimbangkan pencabutan larangan itu setelah 29 Oktober atau akhir upacara pemakaman Raja Bhumibol Adulyadej.

Meski demikian, setelah rapat kabinet pada Selasa(7/11), Prayuth yang memimpin kudeta 2014 menegaskan, larangan itu tetap berlaku karena Thailand belum siap untuk konflik politik. Ketegangan meningkat sejak 2006 ketika kudeta menggulingkan PM Thaksin Shinawatra yang terpilih secara demokratis.

Setelah itu, terjadi sejumlah kerusuhan berdarah menewaskan para demonstran. Thailand terbelah antara pendukung Thaksin serta adiknya, mantan PM Yingluck Shinawatra yang dikudeta pada 2014, dan kelompok elite di Bangkok. Thaksin dianggap sebagai PM Thailand pertama yang memiliki basis pendukung di perdesaan.

Meski demikian, lawan-lawan politik menuduh Thaksin melakukan korupsi. Tuduhan itu disangkal Thaksin. Saat ini Thaksin dan Yingluck hidup di pengasingan luar negeri. Yingluck meninggalkan Thailand pada Agustus menjelang vonis pengadilan yang menyatakan bersalah dan harus dipenjara lima tahun. Thaksin melarikan diri dari Thailand untuk menghindari vonis penjara atas kasus korupsi pada 2008.

Juru bicara pemerintah Sansern Kaewkamnerd menjelaskan, junta yang secara resmi bernama Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban (NCPO) tidak ingin tetap memegang kekuasaan. "NCPO tidak memiliki pemikiran untuk tidak mengembalikan kekuasaan pada rakyat, tapi kami harus menunggu hingga negara ini lebih damai terlebih dulu," ujarnya.

Partai politik lain mendukung pernyataan Puea Thai. "Partai-partai harus setidaknya diizinkan menggelar pertemuan untuk memilih anggota dewan baru," kata Nipit Intharasombat, Deputi Ketua Partai Demokrat yang menjadi pesaing Puea Thai.

Berlanjutnya larangan itu membuat popularitas militer menguat sebelum pemilu. "Dengan larangan politik yang berlaku, orang hanya menerima informasi satu pihak, membuat NCPO dapat membangun kredibilitas, dan menyudutkan partai-partai lain," ujar Titipol Phakdeewanich, dekan ilmu politik di Universitas Ubon Ratchathani.
(amm)
Berita Terkait
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Pendukung Raja Thailand...
Pendukung Raja Thailand Tolak Reformasi Konstitusi
Experience Thailand...
Experience Thailand 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Thailand di Tengah Ketatnya Pasar Impor Indonesia
Bentrok Terparah Pecah...
Bentrok Terparah Pecah di Thailand, Lebih dari 41 Demonstran Terluka
Lagu Mother of the Land...
Lagu Mother of the Land dan The Delicate Hand Didedikasikan untuk Mendiang Ratu Sirikit
Berita Terkini
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
8 menit yang lalu
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
27 menit yang lalu
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
2 jam yang lalu
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
3 jam yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 jam yang lalu
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
6 jam yang lalu
Infografis
PWNU DIY Usul Aturan...
PWNU DIY Usul Aturan Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Pakai Medsos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved