Presiden Iran: Saudi Ciptakan ISIS dan Melepasnya di Timur Tengah
Kamis, 09 November 2017 - 13:43 WIB
Presiden Iran: Saudi Ciptakan ISIS dan Melepasnya di Timur Tengah
A
A
A
TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani menuding Arab Saudi sebagai pencipta kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan melepaskannya di Timur Tengah. Tudingan ini semakin memanaskan perang kata-kata antara Teheran dan Riyadh.
Komentar Rouhani ini sebagai balasan setelah Saudi menyebut Teheran sebagai penanggung jawab agresi rudal balistik kelompok Houthi Yaman terhadap Bandara King Khalid di Riyadh.
“Bagaimana seharusnya bangsa Yaman menanggapi pemboman dalam skala seperti itu? Mereka diberitahu untuk tidak menggunakan senjata mereka sendiri,” kata Rouhani, dalam rapat kabinet, Kamis (9/11/2017).
“Nah, hentikan pemboman tersebut dan lihat apakah orang bangsa Yaman merespon secara positif. Anda (Saudi) tidak membiarkan pengiriman obat-obatan, makanan dan bantuan PBB kepada orang-orang Yaman. Apa yang Anda lakukan masuk akal dan Islami?,” lanjut Rouhani.
Arab Saudi telah terlibat dalam konflik Yaman, salah satu bencana buatan manusia terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Saudi dengan koalisi Arab-nya melakukan agresi di negara itu atas permintaan Presiden Yaman Abd Rabbo Mansour Hadi untuk memerangi kelompok pemberontak Houthi.
Iran telah lama dituding sebagai pendukung senjata dan logistik terhadap Houthi karena persamaan sectarian, yakni sama-sama dari komunitas Syiah. Riyadh dan Teheran juga berseteru soal konflik Suriah, di mana Saudi mendukung pemberontak atau oposisi, sedangan Iran mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
“Mengapa Anda (Saudi) bersikap bermusuhan dengan rakyat Suriah dan Irak? Mengapa Anda menciptakan Daesh (ISIS) melepaskannya pada orang-orang di wilayah ini?,” ucap Rouhani.
Dia menambahkan bahwa Iran akan cenderung untuk bekerja sama bahkan dengan Arab Saudi jika negara tersebut berhenti bersekutu dengan negara-negara seperti AS. ”Anda keliru jika menurut Anda Iran bukan teman Anda, tapi AS dan Israel. Mentalitas ini adalah kesalahan strategis dan salah perhitungan,” kata Rouhani.
”Tidak mungkin selain persaudaraan, pertemanan dan saling membantu,” imbuh dia, seperti dikutip IB Times.
Komentar Rouhani ini sebagai balasan setelah Saudi menyebut Teheran sebagai penanggung jawab agresi rudal balistik kelompok Houthi Yaman terhadap Bandara King Khalid di Riyadh.
“Bagaimana seharusnya bangsa Yaman menanggapi pemboman dalam skala seperti itu? Mereka diberitahu untuk tidak menggunakan senjata mereka sendiri,” kata Rouhani, dalam rapat kabinet, Kamis (9/11/2017).
“Nah, hentikan pemboman tersebut dan lihat apakah orang bangsa Yaman merespon secara positif. Anda (Saudi) tidak membiarkan pengiriman obat-obatan, makanan dan bantuan PBB kepada orang-orang Yaman. Apa yang Anda lakukan masuk akal dan Islami?,” lanjut Rouhani.
Arab Saudi telah terlibat dalam konflik Yaman, salah satu bencana buatan manusia terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Saudi dengan koalisi Arab-nya melakukan agresi di negara itu atas permintaan Presiden Yaman Abd Rabbo Mansour Hadi untuk memerangi kelompok pemberontak Houthi.
Iran telah lama dituding sebagai pendukung senjata dan logistik terhadap Houthi karena persamaan sectarian, yakni sama-sama dari komunitas Syiah. Riyadh dan Teheran juga berseteru soal konflik Suriah, di mana Saudi mendukung pemberontak atau oposisi, sedangan Iran mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
“Mengapa Anda (Saudi) bersikap bermusuhan dengan rakyat Suriah dan Irak? Mengapa Anda menciptakan Daesh (ISIS) melepaskannya pada orang-orang di wilayah ini?,” ucap Rouhani.
Dia menambahkan bahwa Iran akan cenderung untuk bekerja sama bahkan dengan Arab Saudi jika negara tersebut berhenti bersekutu dengan negara-negara seperti AS. ”Anda keliru jika menurut Anda Iran bukan teman Anda, tapi AS dan Israel. Mentalitas ini adalah kesalahan strategis dan salah perhitungan,” kata Rouhani.
”Tidak mungkin selain persaudaraan, pertemanan dan saling membantu,” imbuh dia, seperti dikutip IB Times.
(mas)