Memilukan, Bayi 18 Bulan Jadi Korban Pembantaian Texas

Selasa, 07 November 2017 - 04:26 WIB
Memilukan, Bayi 18 Bulan...
Memilukan, Bayi 18 Bulan Jadi Korban Pembantaian Texas
A A A
WASHINGTON - Pejabat pemerintah mengatakan korban termuda dalam penembakan massal yang terjadi di sebuah gereja di Texas pada Minggu kemarin baru berusia 18 bulan. Sementara itu, rentang usia ke-26 korban tewas dikatakan antara 18 bulan sampai 77 tahun. Aksi penembakan itu juga melukai 20 lainnya.

Pihak berwenang mengatakan bahwa orang yang diduga melakukan serangan tersebut diperkirakan telah meninggal karena luka tembak yang ditimbulkannya sendiri setelah menabrak mobilnya. Devin Patrick Kelley dikejar oleh dua anggota komunitas Sutherland Springs saat dia terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Pejabat mengidentifikasi Kelley sebagai orang yang mulai menembaki Gereja First Baptist Sutherland Springs, Texas. Laporan lain menunjukkan bahwa Kelley memiliki masa lalu yang kejam. Dia dikurung selama 12 bulan dan dipulangkan dari Angkatan Udara atas tuduhan bahwa dia menyerang istri dan anaknya.

"Tidak ada jalan bagi mereka yang berkumpul di gereja untuk melarikan diri," kata Sheriff Wilson County Joe D. Tackitt Jr seperti dilansir dari International Business Times, Selasa (7/11/2017).

Ia menambahkan bahwa pria bersenjata itu mengenakan perlengkapan taktis berwarna hitam dan membawa senapan serbu serta dua pistol.

Pihak berwenang mengatakan bahwa ibu mertua Kelley telah menerima pesan teks yang mengancam dirinya. Mertua Kelley terkadang menghadiri ibadah di gereja tersebut, namun tidak ada pada saat serangan itu terjadi.

Direktur Regional Keamanan Wilayah Departemen Texas Freeman Martin mengatakan bahwa penembakan tersebut tidak bermotif ras atau religius.

Sementara itu, seorang manajer resor mengatakan bahwa Kelley baru saja mulai bekerja menjadi satpam. Pejabat mengatakan bahwa dia tidak diizinkan secara hukum untuk membawa senjata api. Polisi mengatakan bahwa Kelley telah memanggil ayahnya setelah ditembak dan mengatakan kepadanya bahwa dia tidak berpikir dia akan bertahan hidup.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggambarkan pria bersenjata itu sebagai "orang yang sangat gila" dan mengatakan bahwa penembakan tersebut disebabkan oleh "masalah kesehatan mental pada tingkat tertinggi".
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
6 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
7 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
8 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
9 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
10 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
11 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved