AS Diam-diam Lakukan Diplomasi Langsung dengan Korut

Rabu, 01 November 2017 - 14:47 WIB
AS Diam-diam Lakukan...
AS Diam-diam Lakukan Diplomasi Langsung dengan Korut
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) secara diam-diam melakukan diplomasi langsung dengan Korea Utara (Korut). Hal itu diungkapkan oleh seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS.

Menurut pejabat tersebut, dengan menggunakan apa yang disebut dengan saluran New York, juru runding AS dengan Korut Joseph Yun telah melakukan kontak dengan para diplomat Pyongyang di PBB.

Saluran New York adalah satu dari sedikit saluran yang dimiliki AS untuk berkomunikasi dengan Korut, yang telah dibuat dengan jelas, tidak ada sedikit minat dalam pembicaraan serius sebelum mengembangkan rudal bertingkat nuklir yang mampu menyerang benua AS.

"Itu sama sekali tidak terbatas, baik frekuensi maupun substansi," kata pejabat senior Departemen Luar Negeri tersebut seperti dilansir dari Reuters, Rabu (1/11/2017).

Pejabat itu lantas mengatakan bahwa di antara poin yang telah diajukan Yun kepada rekan-rekannya dari Korut adalah berhenti menguji bom nuklir dan rudal.

Pada awal kepresidenan Trump, instruksi Yun terbatas untuk mencari pembebasan tahanan AS.

"Ini adalah mandat yang lebih luas daripada itu," kata pejabat Departemen Luar Negeri, namun menolak untuk membahas apakah kewenangan telah diberikan untuk membahas program nuklir dan rudal Korut.

Kontak tingkat tinggi terakhir antara Yun dan Korut adalah ketika dia melakukan perjalanan ke negara komunis itu pada bulan Juni untuk menjamin pembebasan Otto Warmbier. Otto Warmbier adalah mahasiswa AS yang sempat ditahan di Korut. Ia meninggal tak lama setelah dia kembali ke rumah dalam keadaan koma.

Pemerintah Trump kemudian menuntut Korut membebaskan tiga warga AS lainnya: misionaris Kim Dong Chul dan akademisi Tony Kim dan Kim Hak Song.

"Kematian Warmbier adalah faktor yang membanjiri kontak AS-Korut sekitar waktu itu namun dampak terbesar berasal dari uji coba nuklir Pyongyang yang meningkat," kata pejabat tersebut.

Pejabat tersebut mengatakan, bagaimanapun, bahwa titik akhir yang disukai bukan perang tapi semacam penyelesaian diplomatik. Ia pun mengungkapkan jika Washington telah menyiapkan pilihan biner bagi Pyongyang untuk menyerah pada tindakan diplomatik atau militer "menyesatkan."

"Diplomasi memiliki lebih banyak ruang untuk berjalan," katanya.
(ian)
Berita Terkait
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Berita Terkini
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
8 menit yang lalu
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
1 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
2 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
3 jam yang lalu
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
4 jam yang lalu
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved