Arab Saudi Ingin Mengekstraksi Uranium untuk Listrik dari Nuklir

Rabu, 01 November 2017 - 00:07 WIB
Arab Saudi Ingin Mengekstraksi...
Arab Saudi Ingin Mengekstraksi Uranium untuk Listrik dari Nuklir
A A A
RIYADH - Arab Saudi berencana untuk mengkestraksi uranium untuk menghasilkan listrik yang bersumber dari nuklir. Rencana ini sejalan dengan reformasi yang dicanangkan Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman yang akan mengurangi ketergantungan negaranya pada bahan bakar minyak.

Riyadh telah berbicara dengan vendor potensial dari Korea Selatan, China, Prancis, Rusia, Jepang dan Amerika Serikat (AS) untuk mendirikan dua reaktor nuklir pertamanya.

Hashim bin Abdullah Yamani, Kepala King Abdullah City for Atomic and Renewable Energy (Kacare), mengatakan bahwa satu-satunya tujuan dari proyek ini adalah menggunakan kekuatan atom untuk tujuan damai dan untuk mendiversifikasi pasokan energi Kerajaan Arab Saudi.

Rencana Saudi yang ingin mengekstraksi uranium itu disampaikan Hashim dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Abu Dhabi. ”Mengenai produksi uranium di kerajaan, ini adalah program yang merupakan langkah pertama kami menuju swasembada dalam memproduksi bahan bakar nuklir,” katanya pada Selasa (31/10/2017).

Menurutnya, ekstrak uranium juga akan memiliki manfaat ekonomi bagi Kerajaan Arab Saudi. Namun, dia tidak merinci apakah negaranya juga berencana untuk memperkaya dan memproses uranium.

Dia membenarkan bahwa Saudi telah berbicara dengan vendor potensial dari Korea Selatan, China, Prancis, Rusia, Jepang dan AS untuk mendirikan dua reaktor nuklir pertama. Hashim seperti dikutip Reuters, Rabu (1/11/2017), menambahkan bahwa kontrak untuk pembangunan dua reaktor nuklir tersebut diperkirakan akan selesai pada akhir 2018.

Arab Saudi, lanjut dia, akan segera mengeluarkan undang-undang untuk program nuklir agar negaranya memiliki semua peraturan yang berlaku pada kuartal ketiga tahun 2018.

”IAEA juga telah diminta untuk melakukan tinjauan terpadu terhadap infrastruktur nuklir kami pada kuartal kedua tahun 2018,” ujarnya.”Proses tersebut akan memungkinkan regulator global untuk menilai usaha untuk mempersiapkan infrastruktur Saudi guna pengenalan tenaga nuklir untuk tujuan damai.”

Negara Teluk kaya minyak ini bertujuan untuk menghasilkan listrik 17,6 gigawatt dari nuklir pada tahun 2032. Jumlah pasokan listrik sebanyak itu bisa dihasilkan dari sekitar 17 reaktor.

Studi awal menunjukkan bahwa Arab Saudi memiliki sekitar 60.000 ton bijih uranium. Data ini diungkap Maher al Odan, kepala perwira energi atom Kacare yang dikutip Reuters dalam sebuah forum listrik di Riyadh, 11 Oktober lalu.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
56 menit yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
1 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
2 jam yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
3 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
4 jam yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
4 jam yang lalu
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved