Lupakan Ketegangan dengan AS, Kim Jong-un Kunjungi Pabrik Kosmetik
Senin, 30 Oktober 2017 - 06:13 WIB
Lupakan Ketegangan dengan AS, Kim Jong-un Kunjungi Pabrik Kosmetik
A
A
A
PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, mengambil waktu luang sedikit untuk menghilangkan ketegangan dari konfrontasi dengan Amerika Serikat (AS). Ia dan istrinya pergi mengunjungi pabrik kosmetik di Pyongyang.
Kim Jong-un dan istrinya yang jarang terlihat, Ri Sol-ju, pergi ke pabrik kosmetik yang baru direnovasi dengan sejumlah anggota partai senior. Pabrik tersebut dulu dikunjungi oleh ayahnya dan suksesor sebelumnya Kim Jong-il 14 tahun lalu.
Kunjungan tersebut membuat perbedaan mencolok dari kesempatan foto pemimpin yang biasa dengan rudal dan senjata, karena ia justru berpose dengan produk sabun dan kecantikan.
Dia memuji perusahaan tersebut dan meminta untuk menghasilkan kosmetik kelas dunia seperti dikutip dari BBC, Senin (30/10/2017).
Kunjungan tersebut disiarkan di media pemerintah, sehari setelah Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan negaranya tidak akan pernah menerima Korut yang memiliki senjata nuklir.
Mattis mengatakan bahwa penggunaan senjata semacam itu akan disambut dengan tanggapan militer besar-besaran. Ia mengatakan hal itu saat berkunjung ke Seoul pada akhir pekan lalu.
Ketegangan meningkat di semenanjung karena serangkaian peluncuran rudal dan uji coba nuklir oleh Korut. Situasi semakin memanas dengan meningkatnya retorika antara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump.
Kim Jong-un dan istrinya yang jarang terlihat, Ri Sol-ju, pergi ke pabrik kosmetik yang baru direnovasi dengan sejumlah anggota partai senior. Pabrik tersebut dulu dikunjungi oleh ayahnya dan suksesor sebelumnya Kim Jong-il 14 tahun lalu.
Kunjungan tersebut membuat perbedaan mencolok dari kesempatan foto pemimpin yang biasa dengan rudal dan senjata, karena ia justru berpose dengan produk sabun dan kecantikan.
Dia memuji perusahaan tersebut dan meminta untuk menghasilkan kosmetik kelas dunia seperti dikutip dari BBC, Senin (30/10/2017).
Kunjungan tersebut disiarkan di media pemerintah, sehari setelah Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan negaranya tidak akan pernah menerima Korut yang memiliki senjata nuklir.
Mattis mengatakan bahwa penggunaan senjata semacam itu akan disambut dengan tanggapan militer besar-besaran. Ia mengatakan hal itu saat berkunjung ke Seoul pada akhir pekan lalu.
Ketegangan meningkat di semenanjung karena serangkaian peluncuran rudal dan uji coba nuklir oleh Korut. Situasi semakin memanas dengan meningkatnya retorika antara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump.
(ian)