Bos Pentagon: Diplomasi dengan Dukungan Militer Solusi Krisis Korut

Minggu, 29 Oktober 2017 - 05:16 WIB
Bos Pentagon: Diplomasi...
Bos Pentagon: Diplomasi dengan Dukungan Militer Solusi Krisis Korut
A A A
SEOUL - Pejabat tinggi pertahanan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) melakukan pertemuan di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea. Keduanya mengadakan pembicaraan mengenai penyelesaian krisis program nuklir Korea Utara (Korut).

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis menyatakan bahwa Washington tidak akan pernah menerima nuklir Korut. Ia menambahkan bahwa Pyongyang mempercepat ancaman yang ditimbulkannya kepada tetangganya di dunia melalui program rudal dan nuklir yang tidak disengaja dan tidak perlu.

"Diplomasi tetap merupakan tindakan pilihan kami. Seperti yang telah berulang kali saya tekankan, para diplomat kami paling efektif saat didukung oleh kekuatan militer yang kredibel dalam situasi seperti ini," kata Mattis setelah mengadakan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Korsel Song Young-moo, sebagaimana dikutip dari Sputnik, Minggu (29/10/2017).

Setelah pertemuan tersebut, Pentagon mengeluarkan sebuah pernyataan tertulis yang mengatakan bahwa pemerintah AS dan Korsel telah memutuskan untuk memperluas kerja sama, termasuk penyelidikan bersama untuk memperbaiki pelaksanaan pencegahan terhadap Pyongyang, untuk penyelesaian konflik secara damai.

Keduanya juga akan terus mendukung dua upaya diplomatik kedua negara tersebut yang bertujuan untuk melakukan denuklirisasi Korut.

Korut telah melakukan enam uji coba nuklir tahun ini dan terus memperbaiki teknologi rudal balistiknya melalui serangkaian peluncuran rudal.

Uji coba nuklir dan rudal terakhir seolah menunjukkan kemampun nuklir dan rudal negara komunis itu. Uji coba nuklir terakhir disebut sebagai uji coba nuklir terbesar. Korut mengklaim bahwa mereka berhasil melakukan uji coba bom hidrogen yang akan dimuat ke dalam rudal balistik antar benua.

Sementara itu, dua uji coba rudal terakhir Korut berhasil terbang di atas wilayah Jepang sebelum jatuh ke Samudera Pasifik.
(ian)
Berita Terkait
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Korea Utara Marah Kapal...
Korea Utara Marah Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
40 menit yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
1 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
3 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved