Puluhan Mayat Tak Dikenal Ditemukan di Dekat Benghazi
Sabtu, 28 Oktober 2017 - 06:27 WIB
Puluhan Mayat Tak Dikenal Ditemukan di Dekat Benghazi
A
A
A
BENGHAZI - Sedikitnya 37 mayat dari orang tak dikenal telah ditemukan di dekat kota Benghazi, Libya timur. Demikian pernyataan sebuah sumber keamanan pada hari Jumat.
Mayat tersebut ditemukan pada Kamis malam di Al-Abyar, sekitar 70 km sebelah timur Benghazi. Sumber keamanan tidak memberikan informasi tentang kemungkinan identitas mereka.
Seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (28/10/2017), sejumlah kecil mayat ditemukan di dalam dan sekitar Benghazi beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir. Daerah tersebut dikuasai oleh Tentara Nasional Libya (LNA), sebuah kekuatan yang dipimpin oleh komandan Khalifa Haftar yang berbasis di timur.
Dia mengumumkan kemenangan dalam sebuah kampanye untuk Benghazi pada bulan Juli, meskipun beberapa pertempuran berlanjut di satu distrik kota.
Negara itu telah terperosok dalam kekacauan dan pertempuran berdarah sejak pemberontak bersama NATO menggulingkan pemimpin Libya Muammar Gaddafi pada 2011.
Kubu Jenderal Haftar yang menguasai wilayah Libya timur dan didukung Uni Emirat Arab dan Mesir tidak bersedia mengakui legitimasi pemerintah Libya yang didukung PBB.
Kedua rival tersebut pernah mengadakan pembicaraan di Abu Dhabi pada bulan Mei, yang merupakan pembicaraan pertama dalam lebih dari satu setengah tahun terakhir.
Mayat tersebut ditemukan pada Kamis malam di Al-Abyar, sekitar 70 km sebelah timur Benghazi. Sumber keamanan tidak memberikan informasi tentang kemungkinan identitas mereka.
Seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (28/10/2017), sejumlah kecil mayat ditemukan di dalam dan sekitar Benghazi beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir. Daerah tersebut dikuasai oleh Tentara Nasional Libya (LNA), sebuah kekuatan yang dipimpin oleh komandan Khalifa Haftar yang berbasis di timur.
Dia mengumumkan kemenangan dalam sebuah kampanye untuk Benghazi pada bulan Juli, meskipun beberapa pertempuran berlanjut di satu distrik kota.
Negara itu telah terperosok dalam kekacauan dan pertempuran berdarah sejak pemberontak bersama NATO menggulingkan pemimpin Libya Muammar Gaddafi pada 2011.
Kubu Jenderal Haftar yang menguasai wilayah Libya timur dan didukung Uni Emirat Arab dan Mesir tidak bersedia mengakui legitimasi pemerintah Libya yang didukung PBB.
Kedua rival tersebut pernah mengadakan pembicaraan di Abu Dhabi pada bulan Mei, yang merupakan pembicaraan pertama dalam lebih dari satu setengah tahun terakhir.
(ian)