Putin Yakin Teknologi Masa Depan Lebih Ngeri dari Bom Nuklir

Minggu, 22 Oktober 2017 - 04:32 WIB
Putin Yakin Teknologi...
Putin Yakin Teknologi Masa Depan Lebih Ngeri dari Bom Nuklir
A A A
SOCHI - Presiden Rusia Vladimir Putin meyakini bahwa teknologi masa depan akan terbukti lebih mengerikan daripada bom nuklir. Keyakinan pemimpin Kremlin ini disampaikan di hadapan peserta Festival Pemuda dan Pelajar Dunia di Sochi, hari Sabtu.

Menurut Putin, pemrograman genetika manusia sesuai karakteristik spesifik dapat membuktikan bahaya bagi kemanusiaan. Dalam pandangannya, rekayasa genetika memberi peluang besar, termasuk di bidang farmakologi, tapi juga membawa risiko yang sangat besar.

“Bisa saja seseorang membayangkan bahwa orang akan mampu menciptakan manusia dengan karakteristik yang spesifik. Ini bisa menjadi matematikawan yang brilian, atau pemusik yang brilian, tapi juga bisa menjadi seorang tentara—manusia yang mampu berperang tanpa rasa takut, tanpa belas kasihan, tanpa menyesal, atau bahkan menyakitkan sekali,” kata Putin, seperti dikutip dair Sputnik, Minggu (22/10/2017).

”Anda tahu, manusia bisa memasukinya, dan kemungkinan besar, dalam waktu dekat, (masuk) ke dalam periode perkembangan dan eksistensi yang sangat sulit, sebuah periode yang menuntut tanggung jawab besar. Dan yang baru saja saya jelaskan lebih mengerikan daripada bom nuklir,” papar orang nomor satu Rusia ini.

Dia menekankan bahwa teknologi baru harus digunakan secara efektif dan diterapkan secara luas. Tapi, manusia tidak boleh melupakan moralitas dan etikanya, karena ketidakhadiran dua aspek itu bisa mengakibatkan kehancuran umat manusia.

”Setiap kali kita melakukan sesuatu, dan apapun itu yang kita lakukan, kita tidak boleh melupakan pondasi etis dan moral pekerjaan kita. Segala sesuatu yang kita lakukan harus mendapatkan keuntungan untuk memperkuat manusia, bukan untuk menghancurkannya,” ujarnya.

Festival Pemuda dan Pelajar Dunia ke-19 dimulai sejak minggu lalu di Sochi dan akan berlangsung hingga hari Minggu atau hari ini. Festival ini mengumpulkan anak-anak muda dari seluruh dunia.

Lebih dari 25.000 pemuda dari sekitar 180 negara hadir. Festival yang diselenggarakan secara teratur sejak 1947 itu menyatukan kaum muda untuk mendukung demokrasi dan melawan imperialisme dan perang.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
37 menit yang lalu
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
1 jam yang lalu
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
3 jam yang lalu
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
3 jam yang lalu
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
4 jam yang lalu
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
5 jam yang lalu
Infografis
Israel Ketakutan Iran...
Israel Ketakutan Iran Memperoleh Senjata Bom Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved