Pemimpin Militan Pro ISIS Filipina Asal Malaysia Diduga Tewas

Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:29 WIB
Pemimpin Militan Pro...
Pemimpin Militan Pro ISIS Filipina Asal Malaysia Diduga Tewas
A A A
MARAWI - Militer Filipina mengatakan kemungkinan besar seorang militan Malaysia telah terbunuh dalam pertempuran semalam. Militan asal Negeri Jiran diprediksi akan menjadi pemimpin ISIS Asia Tenggara.

Komandan satuan tugas komando Filipina, Kolonel Romeo Brawner mengatakan, sebanyak 13 pemberontak loyalis ISIS yang bersembunyi di jantung kota Marawi yang hancur terbunuh dalam sebuah operasi. Militan asal Malaysia, Mahmud Ahmad, kemungkinan berada di antara militan yang tewas.

"Ada kemungkinan besar bahwa Dr Mahmud termasuk di antara mereka tapi kami hanya akan jika kami memiliki kecocokan dengan sampel DNA, mungkin catatan gigi," terang Brawner seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/10/2017).

Jika dikonfirmasi, kematian Mahmud akan menjadi pukulan yang signifikan bagi usaha ISIS untuk mendirikan sebuah kehadiran di Mindanao, sebuah pulau besar di Filipina dimana pelanggaran hukum, kemiskinan dan pemberontakan telah berlangsung selama beberapa dekade.

Mahmud, salah satu pria paling dicari di Malaysia, diyakini sangat berperan dalam mendanai pengepungan Marawi. Pengepungan itu telah berlangsung hampir lima bulan dan menewaskan lebih dari 1.000 orang, kebanyakan pemberontak.

Beberapa ahli mengatakan bahwa dia bisa menjadi "emir" Negara Islam di Asia Tenggara setelah kematian dari Isnilon Hapilon, kepala aliansi militan yang mengepung Marawi.

Hapilon, pemimpin faksi kelompok Abu Sayyaf dan yang dicari oleh FBI, tewas dini hari Senin bersama Omarkhayam Maute, salah satu dari dua pemimpin klan militan Maute. Mereka bekerja sama untuk mencoba mengumumkan sebuah Negara Islam "Wilaya" di Filipina selatan.

Aliansi ini diperkuat oleh para pejuang dari Indonesia, Malaysia, Singapura dan Timur Tengah, di antara negara-negara lain, dan Mahmud, seorang mantan dosen universitas berusia 39 tahun, diyakini telah berperan penting dalam menarik dana untuk membiayai operasi tersebut.

Dia terlihat dalam sebuah video bersama Hapilon dan dua bersaudara Maute yang merencanakan pengepungan Marawi. Pakar keamanan mengatakan bahwa dia belajar di Pakistan sebelum pergi ke Afghanistan di mana dia belajar membuat bom di sebuah kamp al Qaeda. Dia meninggalkan Malaysia pada 2014.

Brawner mengulangi bahwa militer tidak yakin akan kematian Mahmud dan masih berusaha menentukan berapa banyak pejuang yang tersisa.

"Resistensi masih ada. Sebenarnya, kita bisa dengar dari latar belakang, pertempuran sedang berlangsung," katanya, saat baku tembak sebentar-sebentar terdengar.
(ian)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
56 menit yang lalu
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
1 jam yang lalu
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
2 jam yang lalu
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
3 jam yang lalu
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
4 jam yang lalu
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
5 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved