Agen yang Menyamar Bongkar Rencana 11/9 Jilid 2 di New York

Sabtu, 07 Oktober 2017 - 10:51 WIB
Agen yang Menyamar Bongkar...
Agen yang Menyamar Bongkar Rencana 11/9 Jilid 2 di New York
A A A
NEW YORK - Tiga orang berencana untuk membuat tragedi 11 September atau 11/9 jilid dua dengan melakukan penembakan dan pemboman terkoordinasi di New York City. Hal itu diungkapkan oleh Jaksa setempat.

Rencananya pelaku akan meledakkan bom di Times Square dan di kereta bawah tanah, serta melakukan penembakan di tempat konser pada bulan Juni 2016 lalu.

Meskipun agen yang menyamar berhasil membongkar dugaan rencana tersebut lebih dari tahun lalu, penangkapan terhadap tiga tersangka tetap dirahasiakan sampai polisi menyelesaikan penyelidikan aksi teror tersebut.

Jaksa mengatakan Abdulrahman El Bahnasawy, 19, dan Talha Haroon, yang juga berusia 19 tahun, tanpa disadari mendiskusikan gagasan mereka untuk menyerang dengan agen rahasia yang menyamar sebagai pendukung Negara Islam di dunia maya.

Menurut dokumen pengadilan, El Bahnasawy mengirimi agen yang menyamar gambar Times Square dengan sebuah pesan yang berbunyi: "Kami membutuhkan bom mobil di Times Square. Lihatlah kerumunan orang ini!"

Dalam pesan lain, dia diduga mengungkapkan keinginan untuk menciptakan 11/9 jilid dua dan menembaki konser yang membunuh banya orang.

"Kami hanya berjalan dengan senjata di tangan kami," kata El Bahnasawy seperti dikutip dari Sky News, Sabtu (7/10/2017).

Jaksa kemudian mengungkapkan El Bahnasawy kemudian membeli bahan pembuat bom, termasuk hidrogen peroksida, dan mengirimkannya ke agen yang menyamar.

Dia juga mengatakan telah mengakuisisi sebuah kabin tidak jauh dari New York City untuk membuat bahan peledak di sana.

Sementara itu, Haroon diduga meminta saran ahli bahan peledak dan berencana melakukan perjalanan dari Pakistan untuk membantu El Bahnas melakukan serangan tersebut.

Pria berusia 19 tahun tersebut mengatakan kepada agen yang menyamar, kereta bawah tanah itu adalah tempat yang sempurna untuk menembaki penumpang. "Ketika kita kehabisan peluru, kita tanggalkan rompinya," imbuhnya menurut dokumen pengadilan.

Sementara itu Russell Salic, asal Filipina, dituduh mengirim uang ke El Bahnasawy dan Haroon untuk mendanai dugaan rencana tersebut.

Abdulrahman El Bahnasawy, seorang warga negara Kanada, ditangkap di New Jersey dan mengaku bersalah atas tujuh tuduhan teror pada bulan Oktober 2016. Dia akan dihukum pada bulan Desember dan menghadapi hukuman seumur hidup.

Talha Haroon ditahan di Pakistan pada bulan September 2016, sementara Salic ditangkap di Filipina pada bulan April. Keduanya ditetapkan untuk diekstradisi ke AS.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
4 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
6 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
6 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
7 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
8 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved