Dewan Rohingya Minta Koordinator PBB di Myanmar Diselidiki

Senin, 02 Oktober 2017 - 21:23 WIB
Dewan Rohingya Minta...
Dewan Rohingya Minta Koordinator PBB di Myanmar Diselidiki
A A A
BRUSSELS - Dewan Rohingya Eropa mendesak adanya penyelidikan secara independen dan menyeluruh terhadap koordinator PBB di Myanmar. Dewan itu menyebut koordinator PBB di Myanmar memiliki peran dalam "pembersihan etnis" yang dilakukan terhadap komunitas Muslim Rohingya.

"PBB harus menyelidiki insiden tersebut secara independen," ujar ketua Dewan Rohingya Eropa, Hla Kyaw dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (2/10).

Pekan lalu, kantor berita Inggris, BBC menerbitkan sebuah berita yang berjudul "Muslim Rohingya takut PBB mengecewakan mereka", yang merinci tuduhan terhadap pejabat PBB asal Kanada, Renata Lok-Dessallien.

BBC mengutip sumber-sumber di dalam PBB dan komunitas bantuan, baik di Myanmar maupun di luar negeri yang mengatakan bahwa Lok-Dessallien mencoba untuk menghentikan aktivis HAM yang bepergian ke daerah yang didiami Rohingya, berusaha untuk menghentikan advokasi publik mengenai masalah ini, dan menghentikan staf yang mencoba untuk memperingatkan bahwa pembersihan etnis mungkin sedang dalam perjalanan.

Mengenai laporan ini, Kyaw mengatakan, Dewan Rohingya Eropa sepenuhnya setuju dengan apa yang telah muncul ke media tentang kegagalan PBB untuk menghentikan genosida Rohingya di Myanmar.

"PBB turut terlibat atau mengabaikan secara sadar kejahatan terhadap kemanusiaan atau pembantaian yang lamban terhadap Rohingya, di negara bagian Rakhine," ucapnya.

"PBB tidak melakukan sesuatu yang efektif untuk menghentikan kematian, bahkan satu kehidupan Rohingya. PBB hanya melakukan satu hal, yakni dokumentasi sistematis tentang genosida dan mendesak, serta mengutuk genosida Rohingya oleh Myanmar," sambungnya.

Dia mengatakan, insiden di Myanmar bisa jadi sesuai kepentingan pribadi dari perwakilan PBB, atau kepentingan kekuatan besar dengan mengorbankan lebih dari satu juta nyawa Rohingya. "Ini bukan tentang takut pada pejabat Myanmar, tapi mereka tidak ingin mengecewakan pejabat Myanmar dengan bersikap vokal menentang pemecatan Myanmar terhadap Rohingya, saya berasumsi," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Menlu: PBB Mulai Lakukan...
Menlu: PBB Mulai Lakukan Pendataan Migran Rohingya di Aceh
Organisasi Rohingnya...
Organisasi Rohingnya Ungkapkan Terima Kasih Atas Penyelamatan Pengungsi di Aceh
Pemerintah Diminta Waspadai...
Pemerintah Diminta Waspadai Sindikat Pengungsi Rohingya
3 Tahun Berlalu, Pengungsi...
3 Tahun Berlalu, Pengungsi Rohingya Kian Menderita
24 Pengungsi Rohingya...
24 Pengungsi Rohingya Tenggelam di Malaysia
Bantu Pengungsi Rohingnya...
Bantu Pengungsi Rohingnya di Aceh, Kemlu Koordinasi dengan PBB
Berita Terkini
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
1 jam yang lalu
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
2 jam yang lalu
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
3 jam yang lalu
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
4 jam yang lalu
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
13 jam yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
14 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved